Infobekasi.co.id – Di tengah kemajuan layanan digital yang pesat, usaha fotokopi tradisional di Kota Bekasi masih bertahan dan menjadi pilihan utama warga untuk kebutuhan administrasi. Tempat fotokopi hingga kini tetap ramai dikunjungi, terutama oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Salah satu usaha fotokopi di Jalan KH Agus Salim masih terlihat, ada warga yang masih menggunakan jasa fotokopi manual, mencetak dokumen, dan menjilid berkas. Meskipun banyak dokumen kini tersedia secara digital, kebutuhan akan bentuk fisik dinilai belum tergantikan sepenuhnya.
“Untuk lamaran kerja, urusan sekolah, sampai dokumen kelurahan, biasanya masih diminta versi cetak,” ujar Siti Nurhayati (42), pemilik usaha fotokopi di Jalan KH, Agus Salim, Bekasi Timur, Senin (29/12).
Hal serupa disampaikan Rizky Pratama (21), mahasiswa Kota Bekasi. Ia masih menggunakan jasa fotokopi untuk tugas-tugas perkuliahan.
“Beberapa tugas kuliah dan berkas kampus masih harus dicetak. Jadi tempat fotokopi masih kepake sampai sekarang,” kata Rizki.
Untuk tetap relevan, pemilik usaha mulai beradaptasi dengan menyediakan layanan tambahan seperti scan dokumen, cetak dari WhatsApp atau email, serta penjilidan cepat.
Keberadaan usaha fotokopi tradisional ini menunjukkan, bahwa transformasi digital belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan layanan konvensional. Selama dokumen fisik masih dibutuhkan, usaha ini diperkirakan akan tetap melayani warga.
(Hafizh Kurniawan)
Editor : Deros








































