Infobekasi.co.id – Seorang warga Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi, terkejut saat melihat seekor katak menempel di kayu dekat pintu rumahnya pada Senin (5/1). Kemunculan hewan tersebut terjadi setelah wilayah Bekasi diguyur hujan deras sejak malam hari.
“Lah coba itu,” ujar Ridwan Malik, pemilik rumah, sambil merekam ke arah katak yang bertengger di dekat pintu rumahnya.
“Tadi malam kan hujan deras. Di rumah, saya lihat ada katak dekat pintu rumah, nempel di dekat pintu,” sambung Ridwan saat dikonfirmasi.
Sekedar informasi, katak pohon, hewan jenis amfibi ini yang kerap muncul di lingkungan permukiman, terutama saat kondisi cuaca lembap. Hewan ini diduga masuk ke area rumah warga karena sedang mencari makan setelah hujan.
Katak pohon dikenal sebagai hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Setelah hujan turun, serangga seperti nyamuk dan laron bermunculan, menarik katak pohon mendekat ke area rumah yang memiliki sumber cahaya.
Secara fisik, katak pohon memiliki tubuh ramping dengan bantalan perekat di ujung jari kaki, sehingga mampu menempel pada permukaan kayu, tembok, hingga kaca. Warna tubuhnya umumnya cenderung cokelat keabu-abuan dengan bintik atau garis gelap berfungsi sebagai kamuflase. Salah satu spesies sering dijumpai di Jawa, termasuk Bekasi, adalah katak pohon rumah (Polypedates leucomystax).
Katak pohon hidup di lingkungan lembap dan dekat sumber air, seperti kebun, sawah, saluran air, hingga pepohonan di sekitar permukiman. Di wilayah perkotaan seperti Bekasi, keberadaannya masih cukup sering ditemui, terutama pada musim hujan.
Menurut para peneliti herpetofauna, katak pohon merupakan spesies yang sangat adaptif terhadap perubahan lingkungan, selama masih tersedia sumber air dan pakan alami.
Meski sering membuat warga terkejut, katak pohon sejatinya memiliki peran penting sebagai pengendali alami populasi serangga, termasuk nyamuk. Kehadirannya juga dapat dijadikan indikator bahwa lingkungan sekitar masih relatif seimbang.
Katak pohon tidak berbahaya dan tidak berbisa. Warga disarankan untuk tidak membunuh hewan tersebut, melainkan mengarahkannya kembali ke luar rumah atau ke area pepohonan.
Kemunculan katak pohon di rumah warga seperti yang dialami Ridwan menjadi fenomena yang kerap terjadi setiap musim hujan, sekaligus pengingat bahwa manusia dan satwa liar masih berbagi ruang hidup di tengah kawasan perkotaan.
Editor : Dede Rosyadi






























