Infobekasi.co.id – Di sebuah rumah Kampung Utan Ceger, Jakasetia, Bekasi Selatan, ketegangan perlahan mencair menjadi tangis haru. Eka Dwiyanti tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah melihat sang suami, Ahmad Habibie, jatuh bangun menjaga gawang Timnas Futsal Indonesia dari gempuran pemain Jepang.
Malam itu, Kamis (5/2/2026), Indonesia memastikan satu tempat di final Piala Asia Futsal 2026 setelah menumbangkan raksasa Asia, Jepang, dengan skor 5-3. Bagi keluarga besar Habibie, kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan buah dari kerja keras dan doa yang tak putus.
“Kita sekeluarga tentu sangat senang dan bangga. Bersyukur sekali, alhamdulillah, futsal Indonesia bisa masuk final dan mencetak sejarah baru,” ujar Eka saat ditemui di kediamannya, Jumat (6/2) pagi.
‘Ritual Telepon’ Sang Penjaga Gawang
Di balik ketangguhannya sebagai “tembok terakhir” Tim Garuda, Ahmad Habibie tetap lah sosok ayah dan suami yang mengutamakan keluarga. Eka bercerita, bahwa suaminya memiliki ritual khusus setiap kali akan maupun selesai bertanding. Di tengah jadwal kompetisi yang padat, Habibie selalu menyempatkan diri untuk melakukan panggilan video ke rumah.
“Setiap habis tanding itu pasti selalu hubungin keluarga. Kabar pertama yang dia ucapkan, alhamdulillah, Ayah menang lagi. Dia juga selalu bilang terima kasih, karena kami terus kasih dukungan dari jauh,” tutur Eka dengan mata berbinar.
Dukungan emosional ini lah yang menjadi suplemen tambahan bagi Habibie. Saat dirinya berhadapan satu lawan satu dengan penyerang lawan, Ia tahu, ada doa istri dan anak-anaknya yang menyertai di setiap tepisan bola.
Langkah bersejarah Indonesia kini menyisakan satu anak tangga terakhir. Di partai final yang akan digelar Sabtu (7/2/2026) di Indonesia Arena, Senayan, anak asuh Hector Souto sudah ditunggu oleh Iran, tim yang selama ini dianggap sebagai kiblat futsal di Benua Kuning.
Eka sadar betul lawan yang akan dihadapi suaminya adalah tantangan yang sesungguhnya. Namun, di mata seorang istri, tidak ada yang mustahil di atas lapangan.
“Iran memang bisa dibilang yang terbaik di Asia. Tapi kami percaya tidak ada yang tidak mungkin. Kami keluarga di sini hanya bisa mendoakan dan mendukung penuh. Semoga Indonesia bisa kasih yang terbaik,” katanya optimis.
Kini, fokus utama keluarga adalah memastikan mental Habibie tetap terjaga. Eka terus mengingatkan suaminya untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup sebelum laga puncak dimulai. Baginya, melihat Habibie berdiri tegak di bawah mistar dalam kondisi sehat tanpa cedera adalah kemenangan tersendiri.
Dari sudut kecil di Bekasi Selatan, harapan besar digantungkan. Mereka berharap esok malam, telepon dari Habibie kembali berbunyi dengan kabar yang lebih besar: Indonesia Juara Asia.
Reporter: Fahmi
Editor : Dede R








































