infobekasi.co.id – Bolehkah tidur saat berpuasa?. Apakah akan mengurangi pahala atau bahkan membatalkan puasa?. Pertanyaan ini sering muncul di kalangan umat Islam saat bulan Ramadan tiba.
Dalam ajaran Islam, hukum tidur saat puasa memiliki landasan yang jelas berdasarkan Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Simak penjelasannya berikut ini.
Para ulama sepakat, tidur tidak membatalkan puasa, selama seseorang tetap memenuhi syarat sah puasa. Syaratnya adalah, berniat puasa dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkannya seperti makan, minum, atau hubungan suami istri di siang hari. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 187.
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam,”.
Ayat tersebut menunjukkan, bahwa yang membatalkan puasa adalah aktivitas tertentu, bukan tidur. Ada hadis yang menjelaskan, orang yang tidur tidak akan dituntut hukum selama dalam kondisi tidur. Rasulullah SAW bersabda:
“Pena (pencatat amal) diangkat dari tiga golongan, yakni orang tidur sampai Ia bangun, anak kecil sampai baligh, dan orang gila sampai sembuh,” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi).
Ini menunjukkan bahwa tidur adalah kondisi alami manusia dan tidak mempengaruhi keabsahan puasa. Di tengah masyarakat, sering terdengar ungkapan, tidurnya orang puasa adalah ibadah. Meskipun sebagian ulama menyatakan sanad hadis yang menjadi dasar ungkapan ini lemah, maknanya tetap bisa diterima.
Aktivitas orang yang berpuasa, selama tidak melakukan maksiat, tetap bernilai kebaikan karena dirinya sedang menjalankan ibadah puasa. Namun, hal itu tidak menjadikan tidur sebagai alasan untuk bermalas-malasan, hingga meninggalkan kewajiban seperti salat.
Menurut mayoritas ulama fikih, puasa tetap sah bahkan jika seseorang tidur hampir sepanjang hari, selama memenuhi tiga hal, yakni berniat puasa sejak malam atau sebelum fajar. Tidak melakukan hal yang membatalkan puasa. Masih dalam keadaan Islam dan berakal sehat.
Meski demikian, para ulama menegaskan, lebih baik menghabiskan waktu dengan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, atau bersedekah daripada hanya tidur. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah.
Jadi, dapat kita simpulkan, tidur saat puasa hukumnya boleh dan tidak membatalkan puasa. Bahkan tidur bisa menjadi istirahat yang diperlukan untuk menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa.
Namun, jangan sampai tidur berlebihan. Manfaatkan bulan suci ini dengan banyak melakukan ibadah dan amal saleh agar mendapatkan pahala maksimal.
Editor: D. Rosyadi








































