Infobekasi.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menyoroti keberadaan transportasi massal Trans Bekasi Keren (Beken), yang resmi mengaspal di Kota Bekasi. Latu mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi menghadirkan transportasi terintegrasi tersebut.
Namun, Pemkot Bekasi belum mampu memodernisasikan angkutan massal lain, seperti angkutan kota (angkot). Sehingga kemunculan Trans Beken awal Februari lalu menimbulkan gejolak di kalangan sopir angkot.
“Komisi II DPRD Kota Bekasi mendesak Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk segera merealisasikan modernisasi angkutan umum Kota sebagai penyokong utama layanan bus Trans Beken,” kata Latu Har Hary dikutip, Kamis 26 Februari 2026.
Meski hadir Trans Beken, seharusnya Pemkot Bekasi memperbaiki juga sistem angkot agar lebih modern. Bukan hanya karena trayek yang ada dan harga tarif murah, melainkan juga untuk memberdayakan para sopir angkot agar lebih sejahtera.
“Pemerintah Kota Bekasi diharapkan tidak hanya fokus pada pengadaan bus, tapi juga membenahi sistem angkot sebagai feeder atau angkutan penumpang yang modern,” ujar dia.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana kepemimpinan kepala daerah mampu berbuat adil kepada semua lapisan masyarakat. Tentu, transportasi massal harus dibuat secara menyeluruh.
“Kehadiran bus Trans Beken harus dibarengi dengan perbaikan transportasi massal secara menyeluruh,” ucap Latu Har Hary.
Ia berharap, aspirasi dari para sopir angkot dapat didengar oleh para pemangku kebijakan dan kepala daerah. Sebab, transportasi modern merupakan wujud transformasi dari angkutan konvensional.
“Modernisasi angkot mendesak untuk dilakukan karena saat ini kondisi angkutan konvensional di Kota Bekasi terkesan terbengkalai dan kehilangan arah kebijakan,” pungkasnya.
(Fahmi/Advertorial)








































