Ini Kronologi Longsor Sampah di TPST Bantargebang Bekasi

Infobekasi.co.id – Tragedi longsor sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang zona IV, Kota Bekasi, memakan korban jiwa pada Minggu siang, 8 Maret 2026. Peristiwa ini terjadi saat para sopir truk sedang antre untuk membongkar muatan sampah di lokasi tersebut.

Kejadian bermula tepat pada pukul 14.30 WIB. Diduga, sampah dari atas gundukan yang ditaksir setinggi lebih dari 40 meter itu perlahan-lahan longsor dan turun ke bawah dengan deras. Hal ini mengakibatkan kendaraan truk serta orang-orang yang berada di bawahnya langsung terkena dampak.

“Dari kronologi yang ada, korban ini tertimpa timbunan sampah pada saat mengantri membuang sampah di TPA ini,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Operasional Kantor SAR Jakarta, Rizki, dikutip Senin, 9 Maret 2026.

Mengenai penyebab kejadian, Rizki menyampaikan bahwa kondisi ini diduga berkaitan erat dengan hujan deras yang terjadi sejak Sabtu, 7 Maret 2026.

“Untuk secara pastinya belum diketahui, tapi kalau melihat dari situasi seperti ini, kemungkinan (longsor terjadi) dari tengah karena akibat dari hujan yang kemarin, dalam beberapa hari ini dengan intensitas yang cukup lama,” ucapnya.

Hingga saat ini, tim SAR dan gabungan berhasil menemukan enam orang dari kejadian tersebut. Empat di antaranya meninggal dunia dan dua orang lainnya selamat. Rizki menduga jumlah korban keseluruhan mencapai 10 orang, sehingga masih ada empat orang yang terus dicari hingga Senin pagi ini.

“Untuk sementara, kita sudah menemukan 6 orang. 4 dalam kondisi meninggal dunia dan 2 dalam kondisi selamat. Untuk korban yang diduga, ini baru dugaan, kurang lebih ada 10 orang. Kita masih dalam pencarian kurang lebih 4 orang,” katanya.

Data korban meninggal dunia yang telah diidentifikasi yakni dua pemilik warung, Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), serta dua sopir truk, Dedi Sutrisno asal Kabupaten Karawang dan Irwan Suprihatin.

Sementara itu, proses pencarian masih terus dilakukan. Rizki menyampaikan bahwa medan di lokasi menjadi kendala utama, seperti adanya tumpukan sampah berserakan, bau gas yang berbahaya, dan kondisi tanah yang becek.

“Untuk kendalanya adalah yang pasti tumpukan sampah dan gas, itu berbahaya sekali,” ucap Rizki.

Saat ini, petugas melakukan pengawasan ketat di sekitar lokasi dan juga mengerahkan alat berat backhoe untuk membantu mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.

(Fahmi/dr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini