Infobekasi.co.id – Keberadaan pasar jongkok yang berada di belakang gedung DPRD dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi menjadi sorotan. Pasar ini dinilai kerap menghambat lalu lintas dan memicu kemacetan di area kompleks perkantoran pemerintah, terutama pada jam sibuk.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana memindahkan atau menggeser lokasi para pedagang tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan penataan ini dilakukan demi kelancaran mobilitas kendaraan dan kenyamanan bersama.
“Penataan pasar jongkok ini kemungkinan akan digeser. Karena yang di belakang kantor DPRD dan Disnaker ini sangat mengganggu lalu lintas. Rencananya akan dipindahkan dari belakang kantor Disnaker sampai ke arah Cluster Langkawi,” kata Endin, Selasa (7/4/2026).
Tidak hanya di area belakang gedung, penertiban juga akan dilakukan di kawasan sekitar Patung Golok, tepat di akses utama menuju kompleks Pemkab Bekasi.
Namun, karena lokasi tersebut merupakan area pengembang, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan manajemen terkait.
“Yang di Patung Golok karena lokasinya milik Deltamas, sehingga kita harus berkoordinasi dengan pihak PT Deltamas,” ujarnya.
Selain menata lingkungan luar, Endin juga menegaskan akan mengubah sistem penerimaan tamu di lingkungan perkantoran. Kedepannya, tamu tidak lagi menunggu di luar gedung atau area parkir, melainkan diarahkan menunggu di lobi utama demi menjaga keamanan dan ketertiban.
“Saya berharap semua ikut menertibkan. Penerimaan tamu nanti akan diatur, tamu yang datang akan menunggu di lobi. Selanjutnya, staf yang ditugaskan akan menjemput sesuai keperluan,” pungkasnya.
(Fahmi)
Editor: Deros






























