Infobekasi.co.id – Pembangunan lapangan padel di lokasi yang sangat dekat dengan Asshodriyah Islamic School, Jalan Caman, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan dan ketenangan proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah Asshodriyah Islamic School, Ahmad Baidowi, mengatakan, keberadaan proyek ini sudah menimbulkan kegelisahan bagi siswa, orang tua murid, tenaga pendidik, serta warga di lingkungan sekitar sekolah.
“Kami sangat menolak adanya pembangunan lapangan padel di belakang sekolah kami. Lokasinya sangat berdekatan dengan lingkungan anak-anak. Kami khawatir ke depannya hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar,” kata Ahmad Baidowi saat ditemui Info Bekasi, Jumat (8/5/2026).
Polemik ini sebenarnya sudah bermula sejak Oktober 2025 lalu. Lahan yang kini digunakan sebagai proyek pembangunan lapangan padel dulunya merupakan lokasi usaha jual beli tanaman hias yang sudah tidak memperpanjang masa sewanya. Lahan tersebut kemudian dirombak dan diubah fungsinya menjadi lokasi pembangunan lapangan olahraga tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak sekolah.
Pihak pengelola proyek sempat mengadakan pertemuan dengan pihak yayasan terkait perizinan bangunan tersebut. Bahkan saat bulan puasa Ramadan lalu (Maret 2026), proses pembangunan sempat dihentikan sementara waktu.
“Kami sempat dipanggil untuk bersilaturahmi. Saat itu pembangunan sempat dihentikan selama bulan Ramadan karena izinnya belum lengkap. Namun, setelah Hari Raya Idulfitri, tiba-tiba izin pembangunan lapangan padel tersebut sudah terbit,” beber Baidowi.
Hal yang menjadi pertanyaan besar bagi pihak sekolah adalah bagaimana proses perizinan tersebut bisa selesai hanya dalam waktu beberapa bulan, padahal sebelumnya tidak terlihat ada proses pengurusan izin berjalan.
“Kami sangat menyayangkan hal ini, proses pengurusan izinnya terasa sangat cepat sekali,” keluhnya.
Lokasi proyek pembangunan ini tepat berada berbatasan langsung dengan tembok pembatas sekolah. Aktivitas pekerja serta lalu lalang kendaraan pengangkut material bangunan telah menimbulkan kebisingan yang terjadi sejak pagi hingga malam hari.
“Dampak yang dirasakan cukup besar. Selama proses pembangunan saja, tidak ada standar keamanan yang diterapkan dengan baik. Kebisingannya pun luar biasa, mulai dari suara pemotongan dan pembengkokan besi, hingga penggunaan alat berat yang sangat berisik,” ungkapnya.
Menurut Baidowi, kondisi ini akan menjadi jauh lebih tidak kondusif apabila lapangan padel tersebut sudah resmi beroperasi nanti. Ia menilai, olahraga ini berpotensi menimbulkan polusi suara yang tinggi dari para pengunjung atau pemain.
“Nanti saat lapangan padel sudah beroperasi, tentu suasananya akan jauh lebih bising. Bahkan beberapa orang tua murid kami yang kebetulan juga pemain padel, mengakui sendiri bahwa olahraga ini memang tidak bisa lepas dari kebisingan dan sorak-sorai,” tambahnya.
Lebih jauh Baidowi menegaskan, pihaknya sama sekali tidak menolak atau anti terhadap keberadaan fasilitas olahraga. Masalah utamanya hanyalah letak lokasi pembangunan yang dinilai terlalu berdekatan dengan kawasan pendidikan.
“Kami bukan anti terhadap olahraga padel. Kami hanya sangat menyayangkan pemilihan lokasinya yang terlalu dekat dan berdempetan langsung dengan lingkungan sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Pondok Gede, Zainal Abidin Syah, menyampaikan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi berencana memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak pada Rabu, 13 Mei 2026 mendatang.
“Informasi yang kami terima dari Satpol PP, hari Rabu minggu depan, mereka akan memanggil dan mengundang pihak pengelola proyek. Di sana nanti akan difasilitasi pembahasan terkait masalah ini,” kata Zainal.
(Fahmi)
Editor : Deros






























