Daya Beli Masyarakat Melemah, Warung Madura di Bekasi Timur Rasakan Dampaknya

Infobekasi.co.id – Tekanan kondisi ekonomi saat ini mulai terasa dampaknya bagi pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk salah satu Warung Madura berlokasi di Jalan Melati Raya 2, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perubahan perilaku konsumen terasa nyata, di mana pola belanja warga mengalami penurunan cukup signifikan jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

“Sangat terasa sekali kalau ekonomi sekarang sedang sulit. Kondisi ini sudah kami rasakan sejak habis Lebaran lalu, omzet jadi tidak stabil dan cenderung menurun,” keluh Ardhi, penjaga warung, saat ditemui di lokasi usahanya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Ardhi, warga kini cenderung menahan pengeluaran dan hanya membeli kebutuhan yang benar-benar mendesak saja. Hal ini terlihat jelas dari jumlah pembelian yang semakin berkurang porsinya.

“Biasanya ada pelanggan yang beli beras lima liter, sekarang cukup beli dua liter saja. Dulu beli telur satu kilogram, sekarang cukup setengah kilogram, bahkan ada yang beli cuma dua butir saja,” tutur Ardhi.

Di warung tersebut, barang yang masih menjadi langganan pembeli adalah kebutuhan pokok harian seperti telur, rokok, kopi, hingga mi instan. Namun, ada pola menarik yang terjadi, jumlah belanja masih terlihat lumayan banyak di awal bulan saat para pelanggan baru menerima gaji. Berbeda halnya saat memasuki pertengahan hingga akhir bulan, di mana daya beli masyarakat terasa semakin terbatas dan berkurang drastis.

Menurut penilaian Ardhi, kondisi ini dipicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sembako, bahan kemasan plastik, hingga minyak goreng. Ditambah lagi dengan kondisi lapangan kerja belum stabil.

“Mungkin faktor utamanya harga barang-barang yang semuanya terus naik. Kenaikan ini memang sudah terjadi sejak setelah Lebaran. Belum lagi banyak orang sekarang kesulitan mendapatkan pekerjaan atau penghasilan,” ujarnya.

Padahal, warung ini beroperasi selama 24 jam non-stop dengan sistem penjagaan bergantian antar karyawan. Meski jam buka lebih panjang, namun jumlah pembeli yang datang tidak lebih ramai dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Kalau harga barang naik, otomatis nilai jualan juga ikut naik, kira-kira omzet bakal jadi lebih tinggi. Tapi nyatanya malah sebaliknya, penghasilan kami makin menurun,” ucap Ardhi.

(Fahmi/DR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini