Kampung Pasar Emas, Peradaban Buni Tertua di Bekasi
Infobekasi.co.id – Peradaban Buni dikenal dengan keahlian istimewa masyarakatnya dalam membuat gerabah berbagai bentuk, mulai dari piring, periuk, hingga kendi. Beberapa temuan gerabah memiliki hiasan khas diketahui berasal dari India Selatan.
Sementara corak lainnya memiliki kemiripan dengan tradisi di Vietnam, membuktikan mereka sudah menjalin hubungan perdagangan jarak jauh sejak ribuan tahun lalu. Selain gerabah, ditemukan pula kapak batu, peralatan dari perunggu dan besi, serta perhiasan dari batu, kaca, hingga emas.
Kisah penemuan kembali jejak peradaban ini justru bermula dari kejadian yang tak diduga. Tahun 1958, warga menemukan benda berupa emas di lokasi tersebut, yang memicu perburuan liar besar-besaran.
Banyak orang datang menggali sembarangan, sehingga situs rusak parah dan ribuan artefak hilang, bahkan diperjualbelikan hingga ke luar negeri.
Wilayah itu pun sempat dijuluki Pasar Emas dan menjadi incaran pemburu harta karun hingga tahun 1980-an.
Di tahun 1960 tim arkeolog yang dipimpin Prof. Dr. R.P. Soejono datang dan menyelamatkan sisa ratusan benda peninggalan yang kini tersimpan di berbagai museum dan lembaga penelitian. Hingga saat ini, kawasan situs Buni belum mendapatkan perlindungan yang memadai.
Banyak peninggalan sejarah mengalami kerusakan akibat pembangunan proyek besar, penambangan minyak dan gas, serta aktivitas warga yang masih mengambil benda purbakala demi keuntungan ekonomi.
Padahal, Peradaban Buni yang ada di Babelan, Kabupaten Bekasi ini adalah akar sejarah dan identitas asli masyarakat Bekasi yang kudu dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
#infobekasi #WarisanBudaya #PeradabanBuni #SejarahLokal
(ded)


