Skip to content

Zakaria Burhanudin: Pejuang Asal Kampung 200, Sosok Kunci di Balik Peristiwa Kali Bekasi

Infobekasi.co.id – Di balik peristiwa Pembantaian Tentara Jepang di Kali Bekasi pada 19 Oktober 1945, terdapat satu nama yang tak terpisahkan dari lembaran sejarah perjuangan kemerdekaan di lokasi tersebut. Ia adalah Zakaria Burhanudin, seorang pejuang yang lahir di Kampung Dua Ratus pada tahun 1924.

Pada masa itu, Zakaria menjabat sebagai Letnan Dua Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bekasi sekaligus Wakil Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Bekasi.

Namanya kini dikenang sebagai tokoh yang mengambil keputusan berani di tengah situasi yang belum stabil pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Kala itu, muncul instruksi dari Jakarta agar membiarkan rangkaian kereta yang memuat 90 anggota Angkatan Laut Jepang melintas menuju Kalijati, Subang.

Namun Zakaria mengambil sikap yang berbeda. Ia memerintahkan Kepala Stasiun Bekasi untuk mengalihkan perjalanan kereta tersebut ke jalur buntu yang berhenti tak jauh dari tepi Kali Bekasi.

Saat kereta berhenti di lokasi tersebut, Zakaria Burhanudin bersama para laskar Bekasi langsung mengepung rombongan tentara Jepang yang telah menyerah.

Peristiwa itu pun tercatat sebagai salah satu bukti perlawanan sengit rakyat Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan.

“Zakaria Burhanudin adalah sosok kunci yang berani mengambil keputusan krusial di saat-saat genting. Tanpa keputusan yang diambilnya saat itu, mungkin sejarah perjuangan rakyat Bekasi di masa awal kemerdekaan akan berbeda. Ia membuktikan bahwa putra daerah mampu mengambil sikap tegas demi harga diri bangsa, meski harus berbeda dengan perintah dari atas,” tutur Agah Handoko, Ketua Komunitas Historia Bekasi.

Agah Handoko menambahkan, keputusan yang diambil Zakaria saat itu bukan tindakan yang terburu-buru, melainkan sikap yang lahir dari kesadaran akan harga diri rakyat Bekasi.

“Keputusan Zakaria mengalihkan kereta ke jalur buntu adalah langkah cerdas sekaligus berani. Ia tak sekadar memimpin pasukan, tetapi membuktikan bahwa rakyat Bekasi siap mempertahankan kemerdekaan dengan caranya sendiri. Inilah yang membuat namanya selalu diingat dalam lembaran sejarah Bekasi,” ujarnya.

Selain jasa-jasanya di medan perjuangan, Zakaria Burhanudin juga tercatat sebagai putra asli Bekasi pertama yang kemudian menjabat sebagai perwira di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

Zakaria meninggal pada 19 Januari 2008 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bulak Kapal, Bekasi.

(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *