Kisah Pengungsi di Tahun 1945: Ketika Pasukan Sekutu Membumihanguskan Bekasi
Infobekasi.co.id – Ketika amukan tentara Sekutu Pasukan Sekutu (Inggris dan tentara India Britania) di Bekasi pada 13 Desember 1945, dampak paling berat justru menimpa warga sipil. Seluruh penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka demi menyelamatkan nyawa dari gempuran membakar Bekasi hingga menjadi lautan api.
Warga berhamburan ke berbagai arah mencari tempat berlindung. Sebagian mengungsi kepada kerabat yang tinggal di wilayah-wilayah sekitar Bekasi, namun tak sedikit pula yang terpaksa menempuh perjalanan lebih jauh ke arah timur.
“Para pengungsi ada yang ke rumah kerabatnya, saudaranya yang masih dekat dengan Bekasi, ada yang ke Tambun, bahkan ke Karawang. Mereka sudah tidak memikirkan harta benda, yang penting selamat” tutur Ali Anwar, Sejarawan Bekasi, saat berbincang dengan Infobekasi di Kampung Tugu, Bekasi Timur, Minggu (16/8/26).
Peristiwa berawal pada akhir November 1945, ketika sebuah pesawat angkut milik Sekutu Inggris bermesin ganda, jenis Dakota, mengalami kerusakan mesin dan mendarat darurat di kawasan Rawa Gatel, Cakung, wilayah yang saat itu masih masuk Bekasi.
“Di dalam pesawat tersebut terdapat sekitar 25-26 orang berupa awak dan pasukan Sekutu,” tutur Ali Anwar.
Pesawat dan para penumpangnya lantas dikepung oleh warga dan pasukan laskar para pejuang. Warga yang masih memendam amarah atas penjajahan dan kedatangan Sekutu dianggap berniat mengembalikan kekuasaan Belanda, akhirnya menangkap para tentara sekutu yang ada pesawat tersebut.
Tanpa perintah dari pimpinan pusat, para awak dan pasukan Sekutu itu dihabisi oleh para pejuang di sekitar Kali Bekasi yang dipimpin Zakaria Burhanudin.
Mengetahui nasib anggotanya, Panglima Sekutu Jenderal Philip Christison mengeluarkan ultimatum yang tak terpenuhi, lalu memerintahkan pembalasan.
“13 Desember 1945, Sekutu melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Bekasi. Pesawat pembom membombardir kawasan Bekasi sejak pagi hari. Meriam artileri ditembaki ke arah pemukiman warga. Pasukan darat lengkap tank dan panser masuk membakar rumah-rumah secara sistematis,” papar Ali Anwar.
Masih kata Ali Anwar, sekitar 600 rumah warga Bekasi hangus terbakar. Wilayah Bekasi seketika berubah menjadi lautan api. Warga yang sejak awal telah mendengar kabar datangnya pasukan Sekutu, memilih mengungsi lebih dulu, menyelamatkan nyawa tanpa sempat membawa harta benda.
Sebelum pergi, tentara Sekutu juga menanam ranjau dan memasang perangkap di bangunan-bangunan penting kota Bekasi. Kota yang semula tempat tinggal ribuan warga, seketika menjadi kota mati yang terbakar dan sepi penghuni.
(ded)


