PEBAYURAN – Aksi perampok spesialis mesin ATM terbilang nekat. Pasalanya, kedua pelaku yang berinisial MKL (16) dan VS (22) nekat membawa alat las ke dalam ruang ATM.
Kapolsek Pebayuran AKP Siswo, mengatakan modus pelaku membawa las masih terbilang baru di wilayah hukum Polsek Pebayuran.
“Sejauh ini di wilayah saya masih terbilang baru, dan saya juga belum tahu di wilayah lain ada atau tidak,” kata Siswo, saat dihubungi via telpon, Kamis siang (18/08).
Lebih lanjut Siswo mengatakan, belum bisa memberikan keterangan, karena tersangka belum bisa dimintai keterangan.
“Saya belum bisa kasih keterangan lebih lanjut, soalnya tersangaka masih belum bisa dimintai keterangan,” ujar Siswo.
Ironis, pelaku perampokan spesialis mesin ATM BRI, MKL (15), yang terjadi di Desa Kertasari, RT 01 RW 02, Kabupaten Bekasi ini, merupakan seorang pelajar SMA kelas II.
“Iya pelaku MKL (15) tewas. Ia merupakan pelajar kelas II SMA di salah satu sekolah di Kabupaten Bekasi. Sedangkan, pelaku VS (22), yang ditangkap, diduga merupakan oknum polisi dari satuan Sabhara Polda Metro Jaya,” tutur Kapolsek Pebayuran, AKP Siswo kepada Infobekasi.co.id.
Untuk menutupi aksinya, pelaku sempat mempilok kamera CCTV yang berada di dalam ruangan ATM.
“Pelaku mempilok kamera CCTV agar identitasnya tidak terbongkar,” kata Siswo.
Sementara itu, untuk mengambil uang di dalam ATM, pelaku mengelas mesin ATM tersebut.
“Pelaku membawa mesin las beserta dengan tabungnya, dan kami temukan itu di dalam mesin ATM,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kepolisian dan kedua pelaku sempat adu tembakan. Dan dalam kejadian tersebut, kepolisian mengamankan sejumalah barang bukti yang digunakan tersangka.
“Ada enam barang bukti yang kami sita. Barang-barang tersebut yakni, satu set alat las (mata las, selang, dan tabung gas), senjata sofgun, kacamata hitam, pisau dapur, Mobil B 1935, pac, dan golok, ” ujar Siswo. (Tio)





























