Infobekasi.co.id – Idiyanto, guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi yang viral di media sosial karena memukul siswanya terlambat angkat bicara. Apa katanya?
Ketika dikonfirmasi wartawan pada Senin (17/2), dia mengatakan sebagai seorang guru ingin menjaga tujuan mendidik.
“Sebagai pendidik saya masih hutang dalam hal membangun karakter peserta didik, mungkin tidak semua dari 18 karakter bangsa Indonesia,” kata Idi ketika dihubungi.
Ia menganggap bahwa kejadian pemukulan pada Selasa pekan lalu, adalah sebuah kecelakaan dalam menjalankan tugas. Beragam respon publik setelah videonya viral. Namun, siswanya memiliki sikap sendiri.
“Publik bisa lihat bagaimana anak-anak merespon isu-isu yang berseleweran dengan menggelar demo spontan di sekolah Kamis lalu,” katanya. (fiz)































Ga ada cara lain apa selain memukul..
Secara ga langsung mengajarkan kekerasan..
Tul…
Itu mah ngegebuknya ga pakai nalar kaya orang kalap
Untuk.membentuk.kedisiplinan siswa,ndak masalah anak didik di tabok,asal jangan sampai membahayakan anak didiknya,kita dulu dilempar penghapus,disabet penggaris biasa aja,hal yg wajar ,klo ga mau di sabet,di tabok ya harus disiplin,itu sebuah pelajaran agar siswa tambah dewasa,serta bisa menghargai waktu.
gk ada