infobekasi.co.id – Bekasi, kota yang kini dikenal sebagai wilayah penyanggah Jakarta, menyimpan catatan sejarah perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Tahun 1887, dikutip dari beberapa sumber, pemerintah kolonial Hindia Belanda melalui Staatsspoorwegen (SS) membuka jalur kereta api pertama melintasi Bekasi, menandai era baru dalam mobilitas dan ekonomi wilayah Bekasi kala itu.
Jalur ini merupakan bagian dari proyek ambisius untuk menghubungkan Batavia (Jakarta) dengan wilayah timur Jawa. Dimulai dari Batavia Zuid (Jakarta Kota), jalur tersebut melewati Meester Cornelis (Jatinegara) sebelum mencapai Bekasi, kemudian berlanjut ke Karawang, Cikampek, hingga Cirebon. Bekasi menjadi titik strategis dalam jaringan transportasi lintas utara Jawa, menghubungkan pusat produksi pertanian dengan pusat pemerintahan dan perdagangan.
Pada masa itu, kereta api menjadi ‘tulang punggung’ pengangkutan hasil bumi. Beras, gula, dan produk perkebunan dari Karawang dan Cirebon diangkut menuju Batavia melalui jalur ini. Bekasi, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama, merasakan dampak signifikan dari kehadiran kereta api.
Masyarakat Bekasi pada akhir abad ke-19 menyaksikan pemandangan baru, lokomotif uap yang melintas dengan suara peluit panjang dan kepulan asap hitam. Transportasi kereta api mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka aksesibilitas yang lebih besar bagi wilayah ini.
Kini, Stasiun Bekasi tetap berdiri kokoh di jalur yang sama, menjadi saksi bisu perkembangan zaman. Meskipun telah mengalami modernisasi, stasiun ini menyimpan jejak sejarah mengingatkan peran kereta api dalam moda transportasi Bekasi hingga saat ini.
Kereta api di Bekasi adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah transportasi Indonesia. Jejak-jejak masa lalu ini terus hidup dalam setiap perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Bekasi, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Bekasi.
Dede Rosyadi
#KeretaApi #Infobekasi #Transportasi






























