Budaya Leluhur Warga Kampung Cikiwul, Pantang Makan Lele hingga Tradisi Subuh Keliling

Infobekasi.co.id – Di tengah derasnya arus perkembangan wilayah Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kampung Cikiwul masih memegang teguh budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satu yang paling menjadi ciri khas adalah pantangan mengonsumsi ikan lele, hingga kini masih dijunjung tinggi sebagian besar warga asli kampung tersebut.

Tokoh masyarakat sekaligus sesepuh Kampung Cikiwul, Haji Daud (64), mengungkapkan, bahwa pantangan makan lele telah ada sejak sebelum Ia lahir. Menurutnya, larangan tersebut bukan karena faktor kehalalan atau cita rasa, melainkan sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dijaga.

“Sejak saya lahir tahun 1961, sudah ada pantangan ini. Orang tua dulu berpesan jangan makan ikan lele karena merupakan amanat dari leluhur,” ujar Haji Daud saat ditemui di kediamannya, Selasa (02/1) lalu.

Cerita turun-temurun menyebutkan, pantangan ini bermula dari peristiwa di masa lalu ketika seorang anak mengalami gatal-gatal parah setelah mengonsumsi lele. Meskipun tidak memakannya, Haji Daud mengaku justru gemar memelihara ikan lele hingga ribuan ekor.

“Pantangan ini tidak dipaksakan kepada siapapun. Yang mau makan silakan, yang tidak juga jangan mengganggu orang lain. Kita tetap bisa hidup berdampingan dengan baik,” tandasnya.

Haji Daud juga menjelaskan filosofi di balik nama Kampung Cikiwul, yang berasal dari bahasa Sunda. Ci berarti air atau sumber kehidupan, sedangkan Kiwul adalah nama pohon yang keseluruhan bagiannya memiliki manfaat. Pohon Kiwul ini sejenis pohon singkong (ketela pohon), bahan dasar untuk makanan tradisional tiwul,

“Ini mencerminkan bahwa semua yang ada di Cikiwul tidak ada yang terbuang,” jelas Haji Daud yang juga pensiunan Pemda Bekasi tersebut.

Meski demikian, Ia menegaskan, pentingnya menjaga identitas kampung melalui berbagai cara, termasuk penamaan gang dan jalan dengan nama tokoh atau leluhur kampung. “Dulu Cikiwul dan Bantar Gebang merupakan satu kesatuan bernama Desa Liwung Sari sebelum akhirnya dimekarkan,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Haji Elih Solihin (76), warga asli Cikiwul sekaligus pengurus mushola setempat, bahwa kampung ini sejak dulu dikenal sebagai kawasan agraris dengan jiwa religius yang kuat. Ia juga memegang teguh pantangan makan lele, bahkan mengaku anaknya pernah mengalami gatal-gatal setelah terkena minyak bekas goreng lele.

“Salah satu kegiatan yang kini menjadi ikon Kampung Cikiwul adalah Bersuci, yaitu kegiatan subuh keliling yang dilakukan bergantian di seluruh masjid dan mushola se-Kelurahan Cikiwul,” ujar Haji Elih.

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh para warga Cikiwul, tetapi pernah juga menghadirkan figur penting seperti Wali Kota Bekasi. Menurutnya, sinergi antara kegiatan keagamaan dan sistem keamanan lingkungan, sehingga aman dan meminimalisir hal negatif seperti, narkoba dan minuman keras.

“Kami memiliki sistem ronda masyarakat, di mana setiap rumah menyisihkan kontribusi kecil untuk mendukung para anggota ronda,” jelasnya.

Aminah (58), warga yang tinggal di Cikiwul sejak 1987 mengaku merasakan perubahan besar di kampung tersebut. “Dulu suasana masih sepi dengan kebun-kebun, sekarang sudah sangat ramai,” katanya.

Wakil Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cikiwul, Muhammad Basri (55), menilai, bahwa kekuatan utama kampung ini terletak pada nilai kebersamaan yang masih terjaga. Meskipun kepadatan penduduk mulai meningkat sejak tahun 1984 seiring masuknya warga pendatang dan berdirinya perusahaan, ikatan sosial tetap kuat.

“Gotong royong dulu luar biasa, dan meskipun sekarang sudah berbeda, nilai kebersamaan masih terjaga terutama melalui kegiatan Bersuci,” ujar Basri.

Ia berharap generasi muda dapat terus melestarikan nilai budaya lokal meskipun menerima pengaruh budaya luar. “Budaya luar boleh masuk, tapi jangan sampai menghilangkan identitas Kampung Cikiwul sendiri,” tegas Basri.

(Listiyani Tiurma Simbolon)

Editor : Dede Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini