Pedagang Tahu Korban Tabrakan Mobil MBG Meninggal Dunia, Tinggalkan Anak Balita

Infobekasi.co.id – Sanoeri (41), pedagang tahu goreng krispi yang menjadi korban tabrakan mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kalimantan Raya, kawasan Perumnas III, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, meninggal dunia pada Selasa (12/5/2026).

Ketua RW 002 setempat, Sri Suryani, menjelaskan korban sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Sentosa, Bekasi Timur, namun nyawanya tidak tertolong. Sanoeri menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

“Sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Meninggalnya sekitar pukul setengah tiga siang tadi,” ujar Sri saat ditemui di rumah duka, Selasa malam.

Jenazah almarhum kemudian dibawa ke kediaman keluarganya di Jalan Aren Jaya 3, Perumnas III, Bekasi Timur, sebelum akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangunjaya, Tambun Selatan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Sanoeri mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan keras saat tertabrak kendaraan. Ia diketahui sudah merintis usaha berdagang tahu goreng krispi selama satu tahun terakhir, tepat berada di area parkir Alfamart yang menjadi lokasi kejadian.

Almarhum merupakan tulang punggung keluarga. Ia kini meninggalkan seorang istri yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga, serta seorang anak laki-laki berusia empat tahun. Selain bekerja sebagai ART, istri korban juga kerap membantu mengantar pesanan nasi atau bekal pada siang hari untuk menambah penghasilan keluarga.

“Istrinya kerja ART, kalau siang juga nganter pesanan nasi. Korban sendiri merintis dagangan tahu krispi ini sudah sekitar setahun belakangan,” ungkap Sri.

Sri mengenang Sanoeri sebagai sosok warga yang ramah, pekerja keras, dan memiliki perilaku yang baik.

“Orangnya baik, tidak pernah bermasalah, dan sopan. Setiap kali bertemu tetang atau orang kenalan, dia pasti menyapa duluan. Kepergiannya pasti sangat dirasakan oleh kami semua,” kenang dia.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan terjadi saat mobil pengantar MBG jenis Daihatsu Grandmax bernomor polisi B 9007 TXZ yang dikemudikan Wawan Supandi (51) membanting setir ke kiri diduga untuk menghindari sepeda motor, namun justru menabrak dua gerobak pedagang. Selain Sanoeri, pedagang lain yang tertabrak adalah Neni Anggraeni, penjual ayam goreng tepung.

Selain kedua pedagang, kernet mobil bernama Putut Dwi Putranto juga mengalami luka-luka. Hingga kini, Neni dan Putut masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Sementara itu, pengemudi Wawan masih menjalani pemeriksaan mendalam di kantor Polres Metro Bekasi Kota untuk kepentingan penyelidikan kasus.

(Fahmi/DR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini