Tolak Interpelasi, Ratusan Mahasiswa Datangi Kantor DPRD Kota Bekasi

20150731003058 (1)Bekasi Timur – Ratusan Mahasiswa Bekasi beserta Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) dan warga melakukan aksi damai menolak interpelasi PPDB Online di depan gedung kantor DPRD Kota Bekasi, Jumat (31/7).

Demo yang berlangsung mulai pukul dua siang ini membawa 4 tuntutan terkait pendidikan di Kota Bekasi, yaitu menolak politisasi pendidikan, menolak Komersialisasi Pendidikan, lawan oknum anggota dewan yang menurunkan Kualitas pendidikan serta mendukung Sistem pendidikan yang mewujudkan bisi Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan.

“Kami masyarakat peduli pendidikan menolak adanya interpelasi yang mengatasnamakan warga miskin,” ujar Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bekasi, Egi.

Menurutnya, sistem yang sudah bagus ini menjadi ‘terganggu’ oleh oknum dewan yang tidak puas karena jatah siswanya hilang.

Selain KAMMI, persatuan mahasiswa yang mengikuti aksi damai ini juga berasal dari aktivis FSMKD, DPM dan BEM Mulia Pratama.

“Sebab, dengan adanya sistem online 100 persen ini, kesempatan praktek komersialisme pendidikan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab bisa dicegah,” bebernya.

Padahal, lanjut Egi, sistem PPDB ini sudah selesai, dimana seharusnya yang terjadi adalah sydah berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

“Anggota DPRD Kota Bekasi yang mengajukan hak interpelasinya diduga kuat sebagai bentuk akomodir kepentingan titipan siswa berbayar. Kami mohon para wakil rakyat yang duduk di jajaran DPRD untuk stop politisasi pendidikan!” Tutupnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini