Sukur Nababan : Kalau Perlu, Jokowi Panggil DPRD Kota Bekasi dan Ahok

sukur nabanBEKASI SELATAN – Salah seorang anggota Komisi V DPR-RI, Sukur Nababan turut mengomentari polemik kasus TPST Bantargebang yang memancing perseteruan antara Komisi A DPRD Kota Bekasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Saat ditemui Infobekasi.co.id tadi malam, Senin (9/10) usai acara bersama DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Rumah Makan Wulansari, Sukur mengatakan bahwa antara DPRD Kota Bekasi dan Pemprov DKI harus dapat duduk bersama menyelesaikan prsoalan. Belum lagi beberapa hari yang lalu sempat muncul Instruksi Presiden (Inpres) melalui lisan bahwa truk sampah DKI Boleh melintasi Bekasi selama 24 jam.

“Kan bisa dtempuh dengan duduk bersama. Masalahnya dimana, selesaikan. Tidak usah pakai militer dan arogansi segala. Kalau untuk Jokowi, itu sebetulnya belum Inpres kalau hanya lisan. Saya harap, apabila Presiden Jokowi turun tangan dalam permasalahan ini maka harus panggil kedua pihak,” ujar Sukur di hadapan awak media.

Menurut Sukur, Apabila antara pihak DPRD Kota Bekasi dan Gubernur DKI masih sama-sama ngotot dan tidak bisa dilakukan mediasi, bisa pakai aturan perundang-undangan

Apabila ngotot dan tidak bisa mediasi. Kalau secara lisan belum Inpres. Saya harap Jokowi kalau harus turun dalam permasalahan ini maka harus panggil 2 pihak berkepentingan

“Artinnya kan ini problemnya adalah DKI Jakarta butuh tempat pembuangan sampah, sementra Bekasi juga tempat buang ‘kotoran’, kalaupun memang diperuntukkan memang harus jelas kompensasinya, saya pikir solusinya adalah dengan duduk bersama,” katanya.

Lanjut dia, persoalan ini jangan sampai berlanjut dengan emosinal dan tuduh menuduh apalagi sampai rasis bahkan sampai dilarang kerja dan macam-macam.

“Ini kita semua anak-anak bangsa, tentu semua memperjuangkan kepentingan. Teman-teman di Bekasi memperjuangkan kepentingan di Bekasi, ahok juga menurut beliau dia juga memperuangkan masalah-masalah di pemprov,” ucap Politisi PDIP ini.

Bangsa ini kan dibangun dengan kebersamaan, gotong royong, asas kekeluargaan bukan dikit-dikit saling teriak apalagi saling memaki, imbuhnya.

“Jangan saling tuduh, tetapi ya harus duduk bersama cari solusi yang terbaik. Masalahnya dimana ayo kita perbaiki masalahnya dengan baik,” pungkasnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini