WOW! Warga Medansatria Sulap Sampah Jadi Pupuk

MedansatriaMEDANSATRIA – Berawal dari keprihatinan masyarakat terhadap sampah basah (organik), Kelurahan Medansatria berhasil membuat inovasi penanggulangan sampah basah menjadi lebih bermanfaat dengan mengubahnya menjadi pupuk cair atau yang disebut Aerob.

“Kita prihatin terhadap sampah yang menjadi masalah di Kota Bekasi, meskipun sekarang banyak bank-bank sampah. kalau sampah kering seperti kertas, plastik kan banyak yang mau daur ulang, tapi sampah basah siapa yang mau? masyarakat jarang sekali mau mendaur ulang sampah basah karena menimbulkan bau,” ujar Pembina Paguyuban Pemuda dan Remaja Sosial (PERS) 06, Faat Apriyanto kepada infobekasi.co.id, Selasa (15/12).

Hasil fermentasi dari buah dan sayuran bekas pakai ini, lanjut Faat, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair yang punya banyak manfaat, diantaranya untuk menyuburkan tanaman, menggemburkan tanah, mengurai tinja dalam septic tank, menghilangkan bau di saluran air, juga sebagai bahan pestisida untuk tanaman.

“Kami fermentasi dengan bakteri. Nantinya setelah ada hasil jadi, pupuk Aerob ini kita jual ke masyarakat, dimana hasilnya akan digunakan untuk anak-anak yatim yang kita gratiskan untuk mengelola komputer dan sekolah paket di RW 5 Kelurahan Medansatria,” paparnya.

Lurah Medansatria, Ahmad Hidayat menambahkan, saat ini kelurahan Medansatria melalui PERS 06 sudah rutin mencoba mengurai sampah rumah tangga dengan hasil yang cukup memuaskan.

“Tadinya cuma di 1 RW, tapi sekarang sudah mencakup beberapa RW lainnya dimana nanti akan ditularkan ke Kelurahan lain. Untuk hasil penguraian, ini sangat memuaskan, karena tiap satu drum, bisa untuk mengurai 1 kubik sampah,” papar Ahmad.

Ia mengasumsikan, apabila tiap 1 minggu per RW dapat menghasilkan 10 kubik sampah, maka dengan memiliki 6 tong berarti sampah di RW akan habis. Artinya, 6 drum untuk 1 RW, atau 1 drum per 1 RT yang bisa mengurai sampah 1 kubik.

“Ini tentunya sangat bisa menjadi solusi dari pengendalian sampah basah,” imbuh dia.

Pupuk Aerob yang dijual dalam beberapa ukuran ini juga dinilai Ahmad menjadi sebuah nilai ekonomis tersendiri dalam pengelolaan sampah. Dia menyebutkan, harga dari penjualan pupuk Aerob itu mulai dari Rp 20 ribu untuk ukuran botol mineral sampai ukuran dirigen.

Pembuatan pupuk Aerob ini juga merupakan hasil kerjasama antara Kelurahan Medansatria dengan AQUA dan PKPU.

“Semoga ini bisa menjadi inspirasi dari RW dan kelurahan lainnya, hingga nanti se Kota Bekasi bisa memanfaatkan ini,” pungkasnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini