Respon Pemkot Cukup Cepat Saat ‘Kecolongan’ Festival Kuliner Lintas Iman

bapakBEKASI TIMUR – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Sanwani, mengapresiasi respon cepat pemerintah Kota Bekasi dalam menindaklanjuti ‘kecolongan’ dari acara Festival Kuliner Lintas Iman yang sempat terselenggara di alun-alun Kota Bekasi, Minggu (17/1) kemarin.

“Cepat itu. Respon Pemkot atas kejadian itu langsung memanggil Ormas, Sekda, dan dinas-dinas terkait dalam menanggapi kasus kecolongan ini. Ini kan bahaya sekali,” ujar Sanwani saat ditemui infobekasi.co.id, Senin (18/1) siang di kantor DPRD Kota Bekasi.

Lanjut Sanwani, kegiatan Festival Kuliner Lintas Iman itu tidak akan dianggap salah apabila tidak mengikutsertakan beberapa unsur seperti Ahmadiyah, Syiah, dan aliran lainnya yang dikatakan sesat menurut fatwa MUI.

“Misalkan acara Festival Kuliner Lintas Iman dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ya itu nggak apa-apa. Ini kan malah jadi meresahkan masyarakat. Kami sangat menyayangkan sekali kejadian ini, ini kan menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Sanwani yang juga sekaligus menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi itu.

Ia mengingatkan, pengambilan langkah Pemkot juga harus cermat dalam mencari solusi terbaik untuk permasalahan ini.

“Jangan sampai ini menjadi ‘bola liar’, jangan sampai masyarakat yang tidak menerima tersulut kemudian melakukan langkah-langkah balasan. Kita harus tegas mengatakan bahwa tidak ada tempat di Kota Bekasi untuk Ahmadiyah, Syiah, dan sebagainya, kecuali mereka mau menyatakan diri kalau agama mereka nista dan mau kembali ke agama Islam,” terangnya.

Dikatakan Sanwani Pula, kegiatan Festival Kuliner ini bisa menjadi indikasi dari sebuah trik yang dilakukan oleh para penganut paham Ahmadiyah dan Syiah ini untuk meningkatkan eksistensi dan membentuk opini di masyarakat bahwa mereka sudah sah dan diizinkan pemerintah.

“Banyak nuansa politis. Satu sisi, dia ingin menunjukan eksistensi di wilayah Kota Bekasi. Mereka seolah merasa punya legalitas. Tentunya kami akan memberi penindakan tegas pada panitia. Dan stop kegiatan semacam itu,” ungkapnya.

Sanwani menghimbau kepada masyarakat Kota Bekasi supaya jangan dulu cepat terpancing emosi, serta dapat lebih selektif memilih organisasi. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini