Tingkatkan Karakter Anak Era Globalisasi, Ratusan Ibu Ikuti Seminar Parenting di SMPN 12 Bekasi

parentingBEKASI SELATAN – Teknologi yang semakin maju dan berkembang pesat menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua di era digital. Hal itulah yang menjadi alasan komite SMPN 12 Bekasi untuk menyelenggarakan seminar parenting yang diikuti oleh 350 peserta yang didominasi oleh para ibu, Sabtu (20/02) siang.

“Sudah saatnya maindset orangtua harus disadarkan. Apalagi tentang dampak apa saja yang ada diera digital sekarang ini, baik positif maupun negatifnya,” ujar Kepala Sekolah SMPN 12 Bekasi, Sri Yulinarti, saat ditemui infobekasi.co.id di sela acara.

Sebagai kepala sekolah, Sri mengaku bangga karena dengan terselenggaranya acara ini, artinya SMPN 12 Bekasi telah mempunyai terobosan baru dalam pembentukan karakter anak di dunia pendidikan.

“Tentunya miris melihat anak-anak kita acuh, dan lebih peduli pada gadget dengan penggunaan yang nggak terkontrol. Bahkan, ngetren sekarang bahasa alay. Ini kan sudah luar biasa melampaui batas. Nah, hari ini kita coba hadirkan nara sumber yang luar biasa bagus. Semoga orangtua akan tergerak untuk mendampingi lebih ketat lagi anaknya di masa era digital ini,” terang Yuli.

Dengan menghadirkan nara sumber dari ABCO Senior Trainer, Yulia Karmiluwati, seminar yang diselenggarakan di Revotown ini dibuka oleh Walikota Bekasi, Rahmad Effendi, dan dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Ujang Tedy.

Yuli menambahkan, kedepan program dalam peningkatan karakter anak ini akan terus ditingkatkan. Setelah saat ini membuat seminar parenting untuk para orangtua, kedepan akan digiatkan pula penyuluhan-penyuluhan untuk para siswa.

“Nantinya baru kita komparasikan antara orangtua dan anak,” pungkasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua komite SMPN 12 Bekasi, Abdul Manan mengungkapkan bahwa keistimewaan dari acara ini adalah dapat terselenggara tanpa adanya pungutan kepada orangtua siswa.

“Dana acara ini mandiri merupakan hasil swadaya sukarela dari pengurus komite, orangtua dan para peserta. Jadi bukan paksaan seperti pungutan wajib dan tidak juga mengambil dari dana BOS atau semacamnya, alhamdulillah, baru kami yang menerapkan seperti ini,” tutur Abdul Manan.

Kata dia, kedepan dirinya bersama anggota komite yang lain akan membuat trobosan-terobosan baru dalam rangka peningkatan mutu sekolah.

“Tentunya berupa program kerja yang tidak akan membebani anggaran sekolah,” pungkasnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini