Edarkan Uang Palsu Mata Uang Asing, Pencipta Lagu Dangdut Ini Dicokok Polisi‬

UPAL ASINGBEKASI SELATAN – ‪EW (55), warga Cibubur, Jakarta Timur, dan rekannya GG (41), warga Bojong Kembar, Sukabumi, hanya bisa tertunduk lesu. Kedua pria ini diamankan setelah nekat memproduksi dan mengedarkan uang palsu (upal) dolar.‬

‪Tak tanggung, dari tangan mereka polisi berhasil menyita upal siap diedarkan yang mencapai Rp 12 miliar.‬

‪Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Heri Sumarji, mengatakan jika para pelaku diamankan berdasarkan adanya informasi akan adanya transaksi jual beli upal di dalam SPBU, Jalan Ahmad Yani, pada Kamis (24/03).‬

‪”Petugas mencurigai mobil Daihatsu Xenia warna silver. Ketika digeledah, kami menemukan sejumlah uang palsu,” kata Heri dalam rilisnya, kemarin (31/03).‬

‪Setelah menggeladah kendaraan itu, polisi kemudian langsung meluncur ke rumah tersangka EW di Cibubur, Jakarta Timur. Hasilnya, polisi menyita dua unit printer, satu unit alat laminating, satu unit scanner, dan satu brankas.‬

‪Tak hanya itu, polisi juga berhasil menyita 42 lembar pecahan upal Rp100 ribu, 4 lembar upal Rp 50 ribu, 1 lak lembaran pecahan upal USD 5.000, 16 lak lembaran upal USD 100, 2 lak lembar upal Euro 1 juta berikut sertifikatnya, 4 lak pecahan upal USD 50. Kesemua uang palsu itu pun diketahui diproduksi menggunakan kertas roti.‬

‪“Bila dirupiahkan, upal dolar tersebut sekitar 12 miliar, dan rupiahnya sekitar Rp 5.000.000,” katanya.‬

‪Kepada polisi, tersangka mengaku telah mengedarkan upal sejak Oktober 2015. Sedangkan kata Kapolres, pelaku EW adalah seorang residivis dengan kasus yang sama. Ia bahkan masih dalam masa pembebasan bersyarat setelah menjalani 2/3 masa hukuman selama 5 tahun penjara.‬

‪”Pelaku EW pernah ditahan di Serang, Banten, dengan kasus serupa. Ia juga publik figur, dan benar sebagai pencipta lagu dangdut,” kata Kapolres.‬

‪Dalam menjalankan bisnisnya, EW menjual segepok uang dolar seharga Rp 100 juta. Dalam segepok uang dolar itu, terdapat 100 lembar uang dengan pecahan $ 100 dolar per lembarnya.‬

‪”Uang palsu itu juga diperoleh dari rekannya berinisial IS, yang masih menjadi buronan kami,” kata dia.‬

‪Atas hal tersebut, tersangka dijerat pasal 36 ayat 1, 2, 3 Jo Pasal 26 ayat 1, 2, 3 UURI No. 7 Tahun 2011, tentang mata uang dan pasal 224 kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman penjara selama 10 tahun. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini