BEKASI TIMUR – Program pencanangan 1.000 taman masih terus digencarkan oleh pemerintah Kota Bekasi. Namun diakui oleh Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (DP3JU), Karto, bahwa rasa kepemilikan masyarakat masih kurang.
“Taman ini kan mudah tapi susah. Maksudnya mudah dibuat susah menjaganya. Karena masih banyak masyarakat menginjak-injak taman, padahal ada larangannya. Artinya, masyaralat masih belum punya rasa kepemilikan taman,” ujar Karto.
Ia mengatakan bahwa keindahan itu sangat sulit didapat, dan pembuatan taman adalah salah satu alternatif untuk memperindah wajah Kota Bekasi.
“Dan akan lebih indah lagi kalau masyarakat ikut menjaga keindahan taman,” imbuhnya.
Menurutnya, apabila antara pemerintah dan masyarakat ikut serta dalam menjaga dan mengelola taman, maka nantinya akan berpengaruh pada kondisi udara di Kota bekasi.
“Bisa jadi nanti taman akan menjadi ikon bagi Kota Bekasi, dimana Bekasi akan terkenal akan keindahan tamannya,” ujarnya.
Sejauh ini, Karto menyebutkan, sudah ada lebih dari 300 taman yang tersebar di dua belas kecamatan di Kota Bekasi dengan berbagai jenis dan tipe taman, seperti taman Median, taman Umum, taman Pedestrian, taman Hutan Kota, taman Pulau Jalan (bundaran), dan lainnya.
Sementara untuk luas taman, Karto mengatakan bahwa minimal memiliki luas 50 meter persegi.
“Kita upayakan lima tahun ini pembangunan program 1.000 taman dengan bekerja sama dengan pihak ketiga. Yang namanya program ya tidak harus langsung tercapai, tapi kita harus berusaha untuk memenuhi program dalam lima tahun ini. Kalau belum, ya kita lanjutkan ke tahun setelahnya,” katanya. (Sel)






























