Dilarangkah Ibu Hamil Berpuasa?

 

Ibu hamilPuasa merupakan suatu kewajiban bagi umat Muslim. Namun bagimana dengan perempuan yang sedang hamil? Apakah diperbolehkan untuk berpuasa? Apakah hukumnya wajib, sama seperti umat Muslim yang menjalankannya, alias sehat?

Islam merupakan agama yang memudahkan bagi umatnya. Jadi, jika berbicara mengenai apakah ibu hamil boleh berpuasa, maka jawabannya adalah boleh berpuasa, boleh juga tidak berpuasa. Artinya, jika perempuan yang bersangkutan merasa sanggup untuk berpuasa, maka ia harus berpuasa. Namun jika ia merasa tidak sanggup karena ada pertimbangan, misalnya jika ia berpuasa maka akan berdampak buruk ke bayi, maka ia boleh tidak berpuasa. Sebagai gantinya, puasa tersebut harus “dibayar” dibulan yang lain. Atau bisa diganti dengan membayar fidiah. Caranya dengan memberikan makan pada fakir miskin sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Sebenarnya yang dikhawatirkan oleh perempuan hamil adalah lebih karena kurangnya asupan gizi janin. Namun hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara memerhatikan asupan makanan ketika sahur dan berbuka. Kecuali jika yang bersangkutan memiliki penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, atau muntah-muntah. Jika seperti itu, puasa lebih baik tidak dilaksanakan. Karena jika dipaksakan untuk berpuasa, ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan kesehatan janin sendiri. Bukankah menjaga janin juga termasuk ibadah, karena ia adalah titipan Allah?

Perempuan yang sedang hamil, pada umumnya sudah boleh berpuasa ketika usia kandungannya sudah 4-7 bulan. Pada usia kandungan ini tubuh sudah bisa berdaptasi dengan perubahan hormonal yang terjadi, sehingga keluhan selama kehamilan dapat diminimalisasi.

Lalu, apa kiatnya agar tubuh dan janin tetap terjaga kesehatannya sepanjang berpuasa?

Sebenarnya kiatnya sama dengan orang pada umumnya ketika mereka sedang berpuasa. Ketika sahur, hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat rendah (gula). Mengapa? Karena akan merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun, sehingga tubuh akan menjadi lemas, pusing, dan perut akan terasa perih. Lebih baik yang dikonsumsi adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi dan sayur. Sedangkan protein bisa didapat dari daging dan telur. Kedua zat gizi ini akan membuat lebih lama kenyang. Dan yang paling penting adalah, konsumsi susu (sebagai sumber kalsium, protein dan vitamin) dan perbanyak buah-buah segar.

Ketika berbuka, dianjurkan untuk mengonsumsi yang manis-manis. Seperti kolak, jus buah, atau bisa juga dengan kurma, makanan kesukaan Nabi Muhammad SAW.

Nah, bagaimana setelah shalat tarawih? Perempuan yang sedang hamil dianjurkan untu mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Selain itu, konsumsi cairan juga harus cukup untuk menjaga volume darah, mengatur suhu tubuh, media mengangkut oksigen dan zat gizi, serta mencegah sembelit. (Adm)

Sumber : www. ayahbunda.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini