Waspada Daging Celeng, Kadispera : Sejauh Ini Belum Ditemukan Daging Tak Layak Konsumsi

Kadispera BekasiBEKASI SELATAN – Guna mewaspadai beredarnya daging oplosan (celeng/babi) di Kota Bekasi, Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi telah melakukan pengawasan ke pasar-pasar tradisional di Kota Bekasi.

“Untuk antisipasi adanya isu 1,6 ton daging celeng di Merak, kami telah melakukan pengawasan bersama Komisi C DPRD Kota Bekasi ke tujuh titik pengambilan sampel di pasar tradisional, dan hasilnya sejauh ini kami belum menemukan daging yang tak layak konsumsi. Dengan kata lain, di Kota Bekasi masih aman, steril,” ujar Kepala Dispera Kota Bekasi, Abdul Iman, saat ditemui infobekasi.co.id di kantornya, Rabu (15/06).

Ia menyebutkan, tujuh titik pasar yang dijadikannya sebagai titik sampel ialah Pasar Bintara, Bantargebang, Jatiasih, Kranggan, Pasar Baru Bekasi Timur, Kranji Baru, dan Pasar Pondokgede.

“Daging yang dijual harapannya adalah daging yang memenuhi kriteria layak konsumsi, yaitu supaya daging yang aman sehat, utuh, dan halal, atau yang biasa disebut ASUH,” katanya.

Selain melakukan pengawasan, Iman juga menyebutkan bahwa Dispera memfasilitasi penjualan daging impor beku murah di Kota Bekasi, diantaranya penjualan di wilayah Pemerintahan Kota Bekasi untuk aparatur seharga Rp 85 ribu per kilogram, di dua belas titik RPK Bulog Kota Bekasi dengan harga Rp 80 ribu per kilogram, dan nantinya juga akan memasok daging sapi impor di Kota Bekasi untuk kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM).

“Untuk penjualan di OPM yang akan bekerja sama dengan Disperindagkop ini akan kami lakukan di 22 hingga 24 Juni di empat titik,” ujarnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini