RSUD Kota Bekasi Operasikan Call Center 119

Rumah Sakit Umum Daerah BekasiBEKASI SELATAN – Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi saat ini sudah mengoperasikan layanan akses 119, bagi masyarakat. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah dalam mengakses rumah sakit umum.

“Kami masuk 27 Kota Kabupaten se-Indonesia yang dapat diakses layanannya dengan hanya menekan angka 119. Upayanya agar warga dapat lebih mudah dalam mengakses rumah sakit umum, terutama jika dalam keadaan darurat,” kata Direktur RSUD Kota Bekasi, Titi Masrifahati, Rabu (13/07).

Kondisi RSUD Kota Bekasi, dengan tambahan delapan lantai, dapat melayani 1.000-1.500 pasien setiap harinya, baik rawat inap atau rawat jalan. Hampir seluruh masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya menginginkan pelayanan terbaik di Rumah sakit plat merah ini.

“Kami siapkan 360-an untuk rawat inap bagi pasien kurang mampu. Memang kondisinya sering penuh, ini karena antusias warga dan kepercayaan masyarakat pada RSUD sudah tinggi,” ujarnya.

Program Smart Healt yang digagas pihaknya saat ini sudah mulai berjalan, dengan selalu melakukan pembaharuan dan perbaikan layanan. Daya dukung alat dan tenaga medis juga selalu dilakukan pembaharuan.

“Ruang khusus paru, sebagai salah satu wujud nyata peningkatan daya dukung RSUD saat ini sudah ada, jumlah dokter spesialis juga sudah kami penuhi diatas rata-rata RSUD lainya,” tambah perempuan berhijab ini.

Sebagai rumah sakit dengan kategori Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), audit juga dilakukan dengan pihak swasta, selain dengan BPK Provinsi. Diharapkan transparasi pengelolaan RSUD mampu mendorong pelayanan yang lebih baik.

“Kami BLUD beda, sesuai  UU No 1 Tahun 2004 dan  PP 23 Tahun  2006, serta Permendagri 61 Tahun 2007, kami (pihak RSUD), sudah diaudit BPK dan juga audit independen, dan Alhamdulillah Bekasi dapat WTP,” katanya.

Ditemui di tempat terpisah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sangat mengapresiasi layanan di RSUD Kota Bekasi. Bahkan saat ini, dengan dioperasikanya layanan 119, diharapkan akan menambah kepuasan masyarakat dalam hal kesehatan.

“Saya sangat mengapresiasi Dokter Titi yang sudah berupaya maksimal dalam peningkatan pelayanan. Jika ada masalah sedikit-sedikit, itu namanya juga organiasi. Intinya, pelayanan harus semakin baik,” tuturnya.

Rahmat mengakui, butuh sumber daya yang cerdas dalam melayani ribuan masyarakat yang berobat di RSUD, karena itu inovasi dan kerja sama semua pihak harus dijaga dan didorong ke arah yang lebih baik lagi.

“Saya kemarin pantau RSUD, layanan dan kebersihan sudah sangat baik. Juga diakui bahwa kamar rawat inap sering penuh, dan kami sedang bangun rumah sakit lagi untuk melayani 2,4 juta masyarakat Bekasi. Sebelumnya kami sudah bangun gedung delapan lantai,” katanya. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini