Wanita Pertama di Korps TNI AL, Christina Maria Rentetana, Tutup Usia

Christina Maria RentetanaMEDANSATRIA – Suasana duka menyelimuti kediaman Almarhumah Laksamana Muda TNI Purnawirawan, Christina Maria Rentetana, di Perumahan Permata, Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Senin siang (01/08). Banyak keluarga, kerabat, serta rekan Almarhumah di kesatuan korps TNI AL datang, dan salah satu yang datang melayat adalah mantan Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Widodo AS di masa Kabinet Presiden SBY. Tampak sejumlah karangan bunga, dari berbagai instansi Pemerintahan dan Kesatuan.

Almarhumah, dimata keluarga merupakan sosok yang rendah hati, namun disiplin. Dirinya juga memiliki jiwa sosial dan berdedikasi tinggi terhadap keluarga, tugas, dan profesinya sebagai Jenderal bintang dua di lingkungan TNI AL. Selain itu, Almarhumah juga merupakan sosok yang perhatian terhadap keluarga.

“Iya, ibu berjiwa sosial dan yang paling kami semua ingat, ibu ini sangat berdisiplin, baik di rumah maupun di lingkungan TNI AL,” ujar suami Almarhumah, Cosmos Sampe Birana, saat ditemui di rumahnya.

Segudang pengalaman dan prestasi pernah ia torehkan, yaitu sebagai wanita pertama dan jenderal wanita pertama yang pernah bergabung di TNI AL melalui pendidikan Sekolah Staf dan Komando, atau Seskoal di Royal Australian Naval Staff Course, di Sidney Australia. Beliau juga merupakan anggota korps wanita angkatan laut pertama yang ditugaskan menjadi anggota DPR RI, sebagai sekretaris Fraksi TNI/POLRI selama dua periode, menjabat sebagai direktur Sekolah Kesehatan di Angkatan Laut, dan wanita pertama anggota KOWAL yang pernah mengikuti Pendidikan Strata Dua di Universitas New Orleans, Amerika Serikat. Terakhir, Almarhumah menjabat sebagai staf ahli di Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan bidang Ideologi dan Konstitusi, serta sebagai Jendral bintang dua pertama di TNI AL se-Asean.

Jenazah Christina Maria Rentetana dalam peti matiRencananya, jenazah Almarhumah akan dimakamkan di tanah leluhurnya di daerah Toraja, Sulawesi Selatan, pada Kamis mendatang.

Diketahui sebelumnya, Almarhumah divonis mengidap penyakit kanker dan sempat dirawat di RSTNI AL Mintoharjo, Jakarta. sejak Februari 2016 lalu, kondisinya semakin memburuk dan pada akhirnya meninggal dunia di rumah sakit pada Minggu malam (31/07) pukul 21.45 WIB. Beliau meninggalkan seorang suami dan lima orang anak. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini