Kekurangan, Kenapa Blanko KTP Elektronik Malah Dibuang?

Blanko kosong 1CIKARANG PUSAT – Ditemui saat mengantre di halaman gedung Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disukcapil) Kabupaten Bekasi, seorang warga Sukatani, Eva (20), mengaku kecewa dengan pelayanan Pemerintah Kabupaten. Ia menilai bahwa proses pencetakan KTP elektronik lambat.

“Saya sudah antre selama tiga hari. Katanya akhir September KTP elektronik harus sudah selesai. Tapi kalau pelayananya begini, ya jadi kecewalah, waktu saya kebuang banyak,” katanya, Senin (29/08).

Menghadapi persoalan ini, Eva mengaku sempat tertarik dengan tawaran jasa calo. Janji dan proses mudah dianggap opsi terakhir yang akan diambil jika pelayanan masih dinilai lamban.

“Cuma ya itu, harganya melambung. Bayangin aja mereka mematok harga Rp 350 ribu,” katanya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Alisyabana, membantah adanya peran calo dalam setiap proses pembuatan KTP-el. Menurut dia, pernyataan itu hanya respon sesaat akibat terlalu kesal dengan lamanya antrean.

“Kalau antre memang iya, karena kami kekurangan blanko KTP-el. Jadi di Bekasi ini ada sekitar 458 ribu jiwa yang belum mendapat KTP-el dan itu kendalanya hanya di blanko. Makanya kami berharap Mendagri segera menyelesaikan permasalahan blangko,” katanya.

Menyambung pernyataan dari Alisyabana yang menyatakan bahwa mereka kekurangan blanko, Senin siang tadi (29/08), seorang petugas kebersihan bernama Kosim, yang merupakan warga Kampung Sriamur, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, telah menemukan banyak blanko kosong yang dibuang.

Blanko kosong 2Ditanya soal kasus penemuan blanko kosong tersebut, Alisyabana mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengecekan secara langsung ke kantor Kecamatan Tambun.

“Sekalian kami lihat benar tidaknya itu adalah blanko KTP elektronik asli,” ujarnya. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini