Warga Bekasi Utara Serbu Kantor Kecamatan, Camat : Dua Tahun Kemarin Kemana Aja?

Warga yang menyerbu kantor kecamatanBEKASI UTARA – Ratusan warga Bekasi Utara, sejak Senin pagi kemarin (29/08) terus memadati kantor Kecamatan Bekasi Utara, akibatnya, petugas pun mengambil tindakan dengan menambah nomor antrean, yang sebelumnya hanya tersedia seratus nomor.

Camat Bekasi Utara, Junaedi, mengatakan sejak kemarin, kantor Kecamatan Bekasi Utara sudah diserbu oleh warga yang hendak melakukan pengurusan KTP elektronik.

“Bahkan hari ini pun sudah melebihi batas yang pelayanan kami, karena biasanya kami hanya mampu melayani seratus perekam data KTP elektronik,” terangnya, Kamis (01/09).

Sembari berjalan mengecek kesiapan-kesiapan anak buahnya, Junaedi juga menghampiri warganya yang mengantre untuk melakukan perekaman KTP elektronik dengan bertanya, mengapa selama ini mereka tidak mengurusnya.

“Dua tahun ini kemana saja?” katanya kepada salah satu warganya.

Selain melakukan kebijakan dengan menambah nomor antrean, Camat Bekasi Utara ini juga melakukan penambahan alat perekaman data KTP  elektronik yang sebelumnya tersedia hanya satu, sehingga kini sudah tersedia menjadi dua.

Lanjutnya, hingga siang, warga yang hendak melakukan perekaman data sudah mencapai tiga ratus lebih, sehingga memungkinkan pihaknya akan melakukan penambahan jam pelayanan di Kecamatan Bekasi Utara.

“Kemarin saja pelayanan KTP-el kami lakukan sampai pukul 20.00 WIB, kami nggak tau dah hari ini sampai pukul berapa, operatornya kan manusia juga, pastinya juga butuh istirahat,” terang Junaedi lagi.

Selain itu, di tempat yang sama, Sekertaris Camat, Heryanto, menambahkan jika mereka memang sudah kedatangan satu alat perekam data KTP-el dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, sehingga di Kecamatan Bekasi Utara sendiri sudah ada empat operator. Dua operator pembuat Kartu Keluarga, dan dua lagi operator perekaman data KTP-el.

“Semua Sumber Daya Manusia (SDM) yang kami miliki ini merupakan bantuan dari Disdukcapil. Tapi saya sedikit geram, tiba-tiba saja, dalam seminggu mereka beramai-ramai melakukan KTP-el, padahal dua tahun ini pengurus KTP-el adem-adem aja,” katanya.

Dirinya mengatakan, sejauh ini warga Bekasi Utara sudah ada 205.000 yang  melakukan perekaman, dan 8.000 yang belum melakukan perekaman. Hal ini juga terkendala oleh jaringan dan alatnya yang bermasalah.

Namun lanjutnya, meskipun sedikit geram, tapi biar bagaimanapun juga pihaknya tetap harus melayani warga yang ingin membuat KTP-el. (Cir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini