Selain sayuran, buah memang merupakan makanan yang menyehatkan. Banyak mengandung serat dan antioksidan yang mampu untuk melawan sel kanker. Namun tahukah anda, ternyata buah bisa juga berbahaya bagi tubuh? Berikut informasi lengkapnya seperti yang dikutip dari kompas.com.
Tidak Semua Bauah Itu Sama
Bingung antara secangkir nanas atau semangkuk blueberry? Keduanya baik untuk kesehatan dan sarat vitamin (nanas merupakan sumber folat dan vitamin B6, blueberry kaya serat dan vitamin C). Namun, mereka memiliki jumlah karbohidrat, gula, dan serat yang sangat berbeda.
“Buah yang terbaik adalah yang memiliki polifenol tertinggi (zat yang melawan peradangan) dan indeks glikemik terendah,” kata Barry Sears, MD, penulis buku The Mediterranean Zone.
Indeks glikemik (GI) mengacu pada seberapa cepat (atau lambat) makanan dapat meningkatkan kadar glukosa darah Anda.
Buah dengan GI dengan rendah, umumnya lebih baik karena lebih lambat dicerna, sehingga tidak akan membuat kadar gula darah anda melonjak dan akan membuat anda kenyang lebih lama.
Makan Dalam Jumlah yang Terlalu Banyak
Anda dilarang untuk mengonsumsi buah secara berlebih. Mengapa? Karena dalam buah, indeks glikemiknya lebih tinggi.
Buah rasanya manis dan lezat, maka dari itu terkadang kita suka tidak sadar bahwa kita sudah mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak, dan hal ini menyebabkan aliran darah banjir dengan glukosa dan kalori, yang akan menyebabkan penambahan berat badan.
Jadi berapa banyak buah yang harusnya dikonsumsi? USDA merekomendasikan dua cangkir sehari untuk kebanyakan orang dewasa, tergantung pada tingkat kebugaran Anda dan usia.
Anda Makan Buah Saja
Sepotong buah tentu jauh lebih baik daripada permen. Namun demikian, buah masih memiliki potensi untuk membuat gula darah anda naik.
Padankan buah dengan makanan berprotein seperti sepotong keju atau setetes mentega kacang untuk menghilangkan efek kenaikan gula darah.
“Buah akan meningkatkan kadar insulin, dan protein meningkatkan hormon glukagon. Kedua hormon bekerja sama untuk menstabilkan kadar gula darah,” kata Barry.
Anda Tidak Mengonsumsi yang Organik
Harga buah organik cenderung lebih mahal, tapi banyak ahli berpikir itu layak. David Nico, PhD, penulis buku “Diet Diagnose” menyarankan anda membeli versi organik dari apel, anggur, dan buah-buahan lain yang tidak ada kandungan pestisidanya.
Anda Tidak Makan Kulitnya
Seringkali, bagian kulit adalah bagian buah yang terbaik karena kaya vitamin dan antioksidan. Kulit apel misalnya, sarat dengan serat, vitamin C, dan vitamin A.
Penelitian mengatakan, bahwa makan buah dengan kulitnya dapat menjadi kunci untuk mengurangi risiko obesitas dan kanker.
Anda Meminumnya Dalam Bentuk Jus
Jus, baik itu kemasan atau buatan sendiri, tidak mengandung bagian buah yang berserat. Padahal, serat itu sendiri penting untuk memperlambat pelepasan glukosa dalam aliran darah.
Sebaiknya, makanlah buah dalam keadaan utuh. Selain itu, anda juga harus berhari-hati dengan kandungan gula di dalam buah kering, yang cenderung tinggi kandungan gulanya. (Adm)








































