Disdik Kota Bekasi Bantah Pecat Tujuh Kepala Sekolah

alexander-zulkarnainBEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi membantah telah memecat tujuh kepala sekolah.

“Kami tidak memecat kepala sekolah, hanya ada tujuh ASN Disdik yang kami berhentikan secara tidak hormat,” ujar Kadisdik Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, yang didampingi Sekdis, Ali Fauzi, Jumat (30/09).

Menurut Alex, ada dua puluh sembilan ASN yang ada di lingkup Disdik Kota Bekasi terkena sanksi dengan berbagai alasan. Hukuman ini sudah sesuai dengan hasil riksus oleh Inspektorat dan BKD setempat.

Diantara dua puluh sembilan ASN yang diberikan sanksi, ada tujuh kepala sekolah, yang terkena sanksi ringan, berbentuk teguran lisan, tertulis, dan pernyataan tidak puas.

“Jika ada yang diberhentikan, itu bukan kepala sekolah, tapi tujuh ASN yang ada di Disdik. Mereka itu staf, dan bukan kepala sekolah,” kata dia.

Pihaknya mengakui bahwa pemberian sanksi ini untuk memberi efek jera bagi aparatur di lingkup Disdik. Peningkatan kinerja juga harus diimbangi dengan hadiah dan hukuman. Terlebih di Kota Bekasi pendidikan merupakan skala prioritas dalam pembangunan.

“Semua sudah sesuai aturan. Kami sudah lakukan tahapan pemeriksaan. Ada yang bolos terus-terusan, ada juga yang sering tidak apel. Jika kepala sekolah ada yang telat bayar pajak, ada juga kesalahan administrasi,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Ali Fauzi, juga membenarkan jika tidak ada kepala sekolah yang dipecat. Para kepala sekolah SMKN 3, 6, SMAN 9, 10, 11, 16, dan 18, hanya diberikan hukuman ringan sesuai hasil riksus yang telah dilakukan sebelumnya.

“Berita tujuh kepala sekolah dipecat itu tidak betul. Yang diberhentikan memang PNS, tapi bukan kepala sekolah, mungkin salah informasi kali,” kata dia.

Ali menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan surat teguran berupa sanksi kepada dua puluh sembilan ASN Disdik sesuai ketentuan, dimulai dari hukuman ringan, sedang, dan berat. Dan tidak ada kepala sekolah yang dipecat.

“Hukuman yang diberikan dimulai dari hukuman ringan berupa teguran lisan tertulis dan pernyataan tidak puas, ada juga yang terkena hukuman sedang, seperti penurunan kenaikan gaji berkala sebanyak sembilan orang, penurunan pangkat setingkat lebih rendah satu orang, dan hukuman berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun sebanyak dua orang, pembebasan jabatan dua orang dan pemberhentian tidak hormat sebagai PNS sebanyak tujuh orang,” ujarnya. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini