Proses Evakuasi Korban Runtuhnya Apartemen Grand Kamala Lagoon Masih Berlangsung

BEKASI SELATAN – Proses identifikasi dan evakuasi yang dilakukan oleh BNPB, Damkar Kota Bekasi, Damkar Jakarta Timur dan Polsek Bekasi Selatan sejak pagi tadi hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. Kepolsek Bekasi Selatan, Kompol Bayu Pratama Gubunagi menyatakan bahwa ada satu korban tertimbun puing reruntuhan bangunan.

“Sejak tadi pagi masih proses evakuasi korban, kemudian dikhawatirkan juga masih ada sisa material yang akan jatuh dari ketinggian. Tinggi puingnya juga kan ketebalannya mencapai 3 lantai,” ujar Bayu.

Ia memberitahukan kronologis kejadian bahwa tadi pagi dini hari kurang lebih pukul 01.00 WIB telah terjadi kecelakaan kerja dimana proses pemasangan tangga darurat yang ada di proyek pembangunan apartemen Grand Kamala Lagoon runtuh dari lantai 33 sampai ke lantai dasar atau basement.

“Dari peristiwa tersebut saat ini masih ada satu orang korban yang tertimpa reruntuhan dan masih berlangsung proses evakuasi yang dilakukan oleh unit damkar dari jaktim dan kota bekasi. Tadi pagi kami sudah konsolidasi di tkp dengan rekan-rekan dari pelaksana proyek dalam hal ini PP kemudian juga dari suku dinas damkar untuk menyamakan persepsi dan langkah-langkah yang efektif dalam rangka menyelamatkan korban yang tertimpa reruntuhan,” terangnya

Ia menyebutkan, korban tersebut atas nama Fajar Sidiq dimana kondisi sampai saat ini belum bisa diketahui karena memang belum bisa terlihat dan masih dalam prosrs evakuasi.

“Sudah lebih dari sepuluh jam tertimpa dan terjepit reruntuhan. Penyebab dansebagainya kami masih harus melakukan pendalaman. Saat ini kita fokus terhadap penyelamatan korban,” ungkapnya.

Ia menyatakan, yang membuat proses ini cukup lama ialah karena memang bahan material terbuat dari baja maupun cor-coran beton sehingga memang cukup sulit dan reruntuhan itu cukup banyak.

“Ada lagi korban lain atas nama Omen luka ringan. Ia sudah mendapatkan perawatan medis dan saat ini sudah rawat jalan. Yang bersangkutan pada saat bekerja bersama 6 orang dan pak Omen ini terkena reruntuhan material namun kondisinya cukup baik sudah dapat rawat medis dan bisa pulang,” pungkasnya.(Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini