Mengintip Posko Tanggap Bencana Banjir PGP yang Masih Tersisa

Posko banjirJATIASIH – Hari ke-5 pascabanjir, Selasa (26/04), Posko tanggap banjir di Pondok Gede Permai (PGP) mulai sepi. Dari yang sebelumnya puluhan posko, mulai dari partai, lembaga, SKPD, BNPB, dan Koranmil, kini hanya tersisa beberapa Posko aktif saja.

Petugas BNPB Kota Bekasi, Safrudin, mengungkapkan bahwa posko-posko yang lain, mulai kemarin, Senin (25/04) berangsur-angsur berkurang.

“Mungkin karena korban juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, kan listrik sudah mulai nyala,” ujarnya.

Berbeda dengan posko lain, posko BPBD dan BNPB masih tetap berdiri di lokasi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Posko yang terdiri dari tiga tenda tersebut disiapkan untuk para korban banjir,l yang merupakan penampungan warga yang telah dievakuasi dari bencana.

“Kalau BPBD kan memang sudah berdiri poskonya sejak Februari. Karena awalnya kan kita jadi posko tanggap darurat kekeringan. Lalu karena banjir kita jadi posko banjir. Dan bakal sampai kapan posko ini berdiri di sini, adalah sampai waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Menurut Safrudin, banjir akibat tanggul jebol yang baru beberapa hari lalu terjadi ini merupakan banjir terparah di Kota Bekasi.

“Ya ini banjir terparah sepanjang sejarah Kota Bekasi. Menenggelamkan hingga 4,50 meter, makanya kemarin juga banyak sekali korban tertampung di sini,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, dalam posko tersebut para korban dapat dipenuhi kebutuhan makan dan kesehatannya. Bahkan ada tenda tersendiri bagi korban yang rentan penyakit.

“Kemarin ada delapan belas korban yang rentan penyakit, seperi lumpuh, stroke, diabetes, dan asam urat. Alhamdulillah ter-cover semua, juga untuk kebutuhan makan dan obat, soalnya kan kadang kita ada bantuan nasi bungkus, dan lain-lain. Ini aja masih tersisa cukup banyak,” ujarnya.

Di dalam tenda tanggap bencana tersebut, disediakan juga dapur umum untuk memasak. Selain itu, tenda ini juga berdekatan dengan tenda Dinkes, untuk memantau kondisi para korban.

“Tapi untuk posko kesehatan dari Dinkes itu masih sepi, dokternya baru datang kalau sore,” katanya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini