Cabuli Remaja, Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

MUARA GEMBONG – AF (29), seorang pemuda asal Serang Baru, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, nekad mencabuli seorang remaja berusia 16 tahun (DI). Kelakuan bejat itu kemudian dilaporkan pihak keluaga korban ke Polres Metro Bekasi.

“Kejadianya udah lama, sekitar satu tahun lalu. Tapi baru ketahuan 29 Desember kemarin. Jadi ceritanya si AF ini selalu tergoda sama kemolekan tubuh DI,” kata Rojak, pendamping korban dari Komisioner Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi, Jumat (06/01).

Rojak mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari keterangan korban yang mengeluh kesakitan pada lubang vaginanya. Dia juga merasa ketakutan dengan berbagai ancaman pelaku yang kerap terlontar.

“Korban diancam mau dibunuhlah, mau di ini dan di itu. Nah kemarin dia gak tahan. Kemudian ceritalah sama bapaknya, Pak Ramlan. Kesal dengan kejadian itu, dia cerita ke kami dan melapor bersama ke Polisi,” ujarnya.

Dikatakan Rojak, cerita cabul yang dilakukan pelaku sebenarnya sudah beredar luas di telinga masyarakat sekitar sejak lima bulan sebelumnya. Namun proses interogasi dan pelaporan urung dilakukan karena korban belum siap untuk mengakui.

“Pas banget ketika Desember kemarin, aksi pelaku keburu diketahui sama bibinya sendiri. Saat itu, bibinya curiga karena pelaku ada di rumah korban. Ketika dicek ternyata benar, pelaku sedang membuka celananya,” tutur dia.

Kepada pihak keluarga korban, AF sempat mengakui aksi tersebut sudah dilakukan sejak korban duduk di kelas 6 SD hingga kelas 2 SMP.

“Setelah dilaporkan, maka yang kami lakukan saat ini adalah menunggu proses visum. Kami ingin tau apakah ada luka pada bagian vagina korban, atau jangan-jangan ada tanda tanda kehamilan,” ucap Rojak.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, Ajun Komisaris Kunto Bagus, mengatakan kasus tersebut sudah ditangani penyidik guna dilakukan pengembangan. Jika terbukti, pelaku diancam dengan Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 dan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Iya benar pihak keluarga yang didampingi Lembaga Perlindungan Anak sudah melaporkan kejadian ini kepada kami. Saat ini Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan,” katanya. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini