Sadarkan Wajib Pajak, Bapenda Tepikan Pemilik Kendaraan Mati Pajak

BEKASI SELATAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Polres Metro Bekasi Kota dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Selasa (07/02), menepikan puluhan kendaraan mati pajak dalam pelaksanaan operasi terpadu tertib administrasi kendaraan bermotor di Jalan Ahmad Yani, depan kantor Pemerintahan Kota Bekasi.

Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan pada Bapenda Kota Bekasi, Salim, mengatakan bahwa kegiatan yang rutin dilaksanakam setiap tiga bulan sekali ini dilakukan untuk menyadarkan para wajib pajak yang belum melakukan daftar ulang atas pajak kendaraan bermotor.

“Kegiatan ini rutin diadakan oleh Bapenda, yang bekerja sama dengan mitra kerja kami, yaitu Polres, Dishub dan Polisi Militer untuk operasi gabungan kendaraan bermotor. Ini tentunya untuk menyadarkan wajib pajak yang belum daftar ulang atau pajak mati. Dimana tujuannya adalah untuk peningkatan PAD,” ujar Salim kepada infobekasi.co.id.

Dengan mengerahkan personel sebanyak dua belas orang dari Bapenda, dan dua puluh enam dari Polres serta anggota Dishub, dalam operasi kali ini masyarakat bisa langsung menyelesaikan kewajiban administrasinya di tenda dan mobil samsat yang telah disediakan.

“Kepada kendaraan yang belum melakukan daftar ulang diberhentikan. Namun kami memfasilitasi untuk bisa bayar langsung di sini, atau kalau belum bayar uang bisa langsung bayar di samsat,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa Bapenda akan melakukan operasi tertib administrasi kendaraan bermotor ini selama tiga hari kedepan, yaitu hingga Kamis (09/02) di beberapa titik.

“Selama tiga hari kedepan tingkat Polres, untuk hari ini di Ahmad Yani. Nanti minggu depan juga akan kami giatkan yang tingkat Polsek. Kami rutin dengan mengupayakan karyawan Bapenda untuk menyadarkan warga yang belum bayar pajak,” imbuh dia.

Salim menilai, bahwa kini wajib pajak sangat merespon dan mudah disadarkan atas kewajiban pajaknya.

“Ditambah dengan adanya operasi rutin seperri ini, menyadarkan masyarakat nantinya dari mulut ke mulut. Sehingga para wajib pajak merasa terpacu untuk bayar pajak. Antusiasnya sangat baik sekali. Selama ini biasanya mereka telat bayar karena banyak kendala, seperti waktu, karena harus kerja, atau belum punya uang. Tapi sejauh ini respon baik sekali,” terang Salim.

Ia mengimbau bagi masyarakat yang merupakan wajib pajak, utamanya kendaraan bermotor untuk dapat segera menunaikan tugasnya. Karena pembiayaan pembangunan suatu daerah salah satunya dari sektor pajak.

“Karena ini merupakan kewajiban wajib pajak yang nantinya untuk pembangunan juga. Diharap sebelum atau akan menggunakan kendaraan itu dicek kembali dan direncanakan tanggal pembayarannya. Kan ada jatuh temponya. Jadi tidak telat. Karena bayar pajak itu untuk pembangunan juga,” tutur Salim. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini