Mardani: Money Politic Merusak Demokrasi

PURWAKARTA – Mardani Ali Sera, anggota Fraksi PKS DPR RI mengatakan bahwa rusaknya Demokrasi di Indonesia akibat pembiaran terhadap politik uang atau yang biasa disebut dengan money politic. Hal ini ia sampaikan saat melaksanakan sosialisasi empat pilar di desa Desa Cibodas, Sukatani – Purwakarta.

“Demokrasi di Indonesia sudah semakin membaik, tapi tak kunjung meningkat karena masih dibiarkannya perbuatan money politik dalam pilkada di Indonesia,” kata Mardani kepada warga, tokoh masyarakat Desa Cibodas, Purwakarta.

Mardani mengkhawatirkan bila hal ini terus berlanjut maka pelaksanaan pemilihan umum memilih persiden dan wapres, anggota legislatif, anggota DPRD sebagai implementasi pelaksanaan sistem demokrasi pancasila tidak akan menghasilkan pemimpin yang benar benar kehendak rakyat yaitu melayani.

Legislator asal Dapil Jabar VII itu mengkritik regulator atau pun institusi yang melaksanakan maupun menjaga ketertiban Pemilu ketika melakukan pembiaran terhadap oknum yang dengan sengaja dan terang-terangan.

“Mestinya, Regulator pelaksana Pemilu menjaga Pemilu jujur dan adil,” jelasnya.

Menurut Mardani, alasan memberikan uang transport, bagi-bagi sembako sebelum pemilihan, serangan fajar merusak konsep esensi Pemilu yaitu adu konsep dalam pembangunan yang tertuang dalam visi misi calon.

Lebih jauh Mardani mengatakan, kampanye hitam seperti ini merusak kejernihan masyarakat pada akhirnya dalam memilih pemimpin mereka kelak.

“Stagnan demokrasi kita bila ini terus dibiarkan,” katanya

Mardani mengajak seluruh elemen masyarakat melawan money politik. Ia menyarankan, “Ambil uang atau sembako tapi jangan pilih orang yang melakukan money politik,” pungkasnya. (Fir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini