BEKASI UTARA – Berbeda dengan SMK Negeri lainnya yang mewajibkan pelaksanaan tes buta warna di rumah sakit, SMK Negeri 5 Bekasi laksanakan tes buta warna di lingkungan sekolah.
Saat dikonfirmasi infobekasi.co.id, Rabu (7/6), Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Bekasi, Agus Wimbadi, membenarkan bahwa pelaksanaan tes fisik khususnya tes buta warna bagi calon siswa SMK Negeri 5 Bekasi dilaksanakan di sekolahnya.
Sambung Agus, kebijakan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan tidak ingin membebani para orang tua calon siswa yang tergolong kurang mampu dari segi biaya ketika melaksanakan tes buta warna di rumah sakit.
“Kalau di rumah sakit tes buta warnanya kan mereka harus bayar, tetapi kalau tes buta warnanya dilakukan di sekolah kan gratis, sehingga para orang tua tidak terbebani biaya,” jelas Agus.
Dengan adanya tes buta warna yang dilaksanakan di sekolah, diharapkan hal ini bisa memperingan para orang tua siswa tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Mudah-mudahan kebijakan ini bisa berdampak positif bagi semua pihak,” terangnya.
Dijelaskannya pula, saat ini SMK Negeri 5 Bekasi menyiapkan kuota siswa untuk PPDB Online di jalur non akademik (afirmasi dan prestasi) serta di jalur akademik, sebanyak 397 siswa dengan 11 rombongan belajar (Rombel).
“Ada 11 rombel dengan kuota calon siswa kelas 10 sebanyak 397 siswa yang terbagi ke dalam empat jurusan, diantaranya jurusan RPL, teknik elektronika industri, kimia analis dan perbankan,” imbuhnya. (Apl)






























