Status Kepemilikan Lahan Tak Jelas, Situ Cibeurem Sulit Dikembangkan

Infobekasi.co.id – Situ atau Danau Cibeureum, yang ada di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sampai saat ini tidak tergarap dengan baik sebagai wisata alam. Ini karena status kepemilikan situ seluas 45 hektar masih belum jelas.

Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto mengatakan, keberadaan Situ Cibeureum yang berlokasi di Desa Lambangsari dan Lambangjaya Kecamatan Tambun Selatan sebenarnya diuntungkan, karena menjadi potensi wisata. Namun saat ini hanya sebatas tujuan warga di objek wisata gratis.

“Apalagi berdasarkan kajian dan uji kelayakan dari pemerintah daerah, Situ Cibeureum salah satu dari 5 situ yang dapat dijadikan tempat wisata,” ucapnya usai diskusi soal Cibeureum di Kantor Desa Lambangsari, Tambun Selatan.

Ia menyatakan, berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) luas Situ Cibeureum adalah 45 hektare, sedangkan dokumen dari Kementerian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air luasnya 40 hektare, kemudian data dari Balitbangda seluas 29,451 hektare, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) seluas 24,37 hektare.

“Artinya memang, jika ingin dikembangkan harus ada kejelasan mengenai status kepemilikan lahan agar tidak menjadi masalah dikemudian hari,” katanya.

Situ Cibeureum secara geografis lebih banyak masuk wilayah Desa Lambangjaya, “Ada 80 persen wilayahnya masuk desa kami,” ujar Tamin, staf Desa Lambangjaya, kepada Infobekasi.co.id. Menurutnya karena kondisi kepemilikan belum jelas, pihaknya masih menunggu.

Sementara itu Pemerintah Desa Lambangsari, yang hanya memiliki lahan 20 persen, sudah menggebu-gebu untuk menjadikan Situ Cibeureum sebagai objek wisata dengan memanfaatkan sumber daya pemuda di sana.

Sejumlah kegiatan untuk mendukung rencana itu pun dilakukan seperti Sarasehan Budaya Situ Cibeureum yang intinya membuka mata pemerintah untuk menjadikan Situ Cibeureum objek wisata alam.

Pipit Haryanti, Kepala Desa Lambangsari mengaku sedang memperjuangkan aspirasi warga ke Pemkab Bekasi karena beberapa warganya terisolir, ”Warga saya saat menuju pemukiman di kawasan Situ Cibeureum terisolir, karena dikelilingi tembok salah satu pengembang. Hanya ada akses jalan yang resmi yaitu melalui jalan diwilayah desa tetangganya, yakni Desa Lambangjaya dan hanya bisa dilintasi roda dua,” katanya, saat diskusi.

Sementara beberapa warga menyebutkan, siapa pun yang mengelola Situ Cibeureum, mesti yang profesional dan memberi kesenangan kepada pengunjung. Situ itu menjadi objek wisata alam di Tambun Selatan yang berdampingan dengan wisata buatan manusia.

Reporter: Saban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini