Infobekasi.co.id – Banyak generasi milenial yang tidak kenal dengan buah lokal, terutama yang tumbuh dan banyak ditemui di pekarangan rumah di wilayah Kabupaten Bekasi.
Buah-buahan ini memang sepintas tumbuh karena tidak ditanam dan itupun hanya diambil kayunya sebagai bahan bangunan dan kusen pintu atau jendela. Makanya terkadang anak muda sekarang selalu bertanya buah apa itu? Atau kok seperti itu ya?
Pedagangnya pun bisa dihitung dengan jari dan terkadang tidak buka karena buah tersebut tidak ada atau masih belum masak di pohon. Karenanya para pedagang ini sering diburu oleh orang-orang Jakarta yang sudah tahu ada buah lokal asli perkampungan Bekasi.
Tengok saja di Jalan Setiamekar, Tambun Selatan atau warga akrab menyebut tempat itu dengan Kompleks Perguruan Tinggi Dewan Dakwah Indonesia. Beberapa pedagang buah lokal dan tidak akan ditemui di supermarket, malah toko buah lengkap pun tidak akan ada.
Selain sawo, jambu air, jambu biji, belimbing, duku, manggis dan jeruk bali di tempat itu pun terkadang dijajakan, jamblang, kecapi, jambu mete (monyet), buni, cermai, menteng dan gowok serta kesemek. Dan yang selalu siap dan ada terus tanpa mengenal musim adalah kecapi, jambu mete dan jamblang (orang jawa menyebutkan duwet).
Buah ini memang tidak mengenal musim terutama jika lagi bagus selalu menghiasi meja para pedagang yang jumlahnya berkiasar 4 sampai 5 lapak saja, “Kalau buah yang nggak ada di supermarket paling, jambu monyet, jamblang, buni, kecapi dan gowok,” kata Ipah, pedagang buah lokal, yang mengaku biasanya sering dicari oleh orang-orang tertentu.
Menurut Ipah, orang tertentu itu, biasanya mereka yang ingin ada acara saat selapanan atau biasa orang menyebutkan nujuh bulanan. Bahan rujakan, panganan yang biasa disediakan dalam ritual itu haruslah buah lokal; cermai, ubi, buni, ubi, pisang batu, mangga, bengkoang, jambu mete dan bahkan jambu air serta biji delima.
Harganya pun masih tergolong murah dan terjangkau, satu paket plastik dibandrol Rp 3.500 untuk jamblang dan kalau beli tiga dihargai Rp 10 ribu. Untuk jambu mete harganya pun bervariasi tergantung besar kecil dan variannya.
Jika petang lokasi ini dipenuhi pengendara sepeda motor yang memang berniat membeli karena suka atau termakan ‘hasutan’ orang kalau buah yang dimaksud menjadi obat penyakit tertentu atau hanya ingin coba-coba saja.
Reporter: Saban Jr






























