Infobekasi.co.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji Bekasi Dede Saeful Uyun mengatakan pihaknya tinggal menunggu masuknya tenaga kesehatan menyusul asrama haji itu ditetapkan sebagai rumah sakit darurat (RSD) untuk Covid-19.
“Asrama Haji pada prinsipnya, kapan pun sudah siap. Tergantung nanti tim dari nakes (tenaga kesehatan), kemudian kalau memang diputuskan (menerima pasien) oleh nakes kapan, ya kita 24 jam sudah siap,” katanya, Kamis (4/2).
Hari ini, Wakil Gubenur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau kesiapan Asrama Haji Bekasi di Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan. Kepada wartawan, orang nomor dua di Jawa Barat itu menyebut, asrama haji sudah layak digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid 19 tanpa gejala.
“Insya Allah sudah siap, juga fasilitas yang akan dipergunakan untuk penanganan Covid-19, mudah-mudahan ini bisa jadi salah satu aspek mempercepat penanganan Covid-19,” ucap Dede.
Ada tiga gedung yang disiapkan sebagai RSD. Masing-masing Mina D dengan kapasitas 35 kamar mampu menampung 70 orang, Mina E 70 kamar dengan daya tampung sebanyak 140 orang, dan terakhir Aula Muzdalifah sebanyak 40 kamar dengan daya tampung sebanyak 80 orang.
“Masing-masing kamar sebanyak dua orang,” kata dia.
Kontributor: Denny Arya Putra






























