Kuliner Khas Bekasi: Ini Sate Kikil yang Melegenda di Tambun

Infobekasi.co.id – Kuliner khas Bekasi boleh dibilang hanya beberapa saja dan yang terkenal adalah Sayur Gabus Pucung dan pindang Bandeng. Ada juga kuliner yang tersebar dan hampir di seluruh Bekasi, yakni sate kikil bakar maupun goreng.

Sate kikil yang dimaksud adalah bahan dari tetelan kulit sapi. Rasanya kenyal dan tidak mudah dikunyah hingga halus. Penjual sate ini banyak ditemukan di hampir setiap pasar wilayah Bekasi, mereka menjajakan dagangannya dengan cara dipikul, didorong memakai gerobak maupun kios.

Salah satunya ada di Jalan Setiadarma I, Tambun Selatan, belakang Pasar Tambun. Di tempat ini penjualnya berusia 60 tahun lebih dan dia merupakan generasi kedua, “Dulu bapak saya yang dagang, mulai dipikul dan pakai gerobak,” ujar Ny Sumi, 63. Sang ayah yang bernama Nata (almarhum) berdagang sate kikil sejak dia masih kecil.

Menurut Ny Sumi, sekitar tahun 1967, sang ayah bergadang dengan cara dipikul, “Bahan sate kikil diambil dari tempat jagal di Matraman,” tutur Sumi, yang mengaku saat itu harga 10 tusuk sate kikil hanya Rp 1.000. Bahannya, tetelan yang menempel di kulit sapi, kemudian direbus lalu dipotong-potong dan diberi bumbu rempah-rempah kemudian ditusuk, lalu dibakar.

Lain halnya dengan sate kikil yang pedagangnya menggunakan baskom dan penyajiannya ditusuk lidi, “Kalau yang itu digoreng dengan dibumbui terlebih dahulu,” tutur Sumi, sambil mengatakan biasanya selain sate kikil ada juga kentang dan jengkol.

Barulah tahun 1980-an, Nata, sang ayah berdagang dengan cara dipikul tapi mangkal di belakang Pasar Tambun dan harga 10 tusuk Rp 3.000. Selain sate Nata juga menyedikan nasi uduk sebagai teman untuk makan.

Hingga kini Ny Sumi, meneruskan sang ayah menjual sate kikil dengan tambahan nasi uduk yang dibungkus daun pisang. Harganya bisa dibilang recehan karena dengan modal Rp 20 ribu makan siang terasa nikmat.

Selain Ny Sumi, ada lagi penerus sang ayah yakni Tama, yang sempat berdagang di belakang Kantor Desa Tambun, namun sekarantg pindah ke Pengairan, Tambun Selatan.

Reporter: Saban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here