Infobekasi.co.id – Munculnya wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK yang menyerang hewan ternak menyebabkan keterlambatan pengiriman hewan kurban. Hal itu pun berdampak pada naiknya harga hewan kurban, seperti yang terjadi di Kabupaten Bekasi.
Nur Cholis (38), pedagang hewan kurban di Tambun Selatan mengatakan, hewan kurban dari Bali, Bima, Sumbawa dan Kupang dilarang menggunakan jalur darat, khususnya jalur di wilayah Jawa Timur. Sehingga hewan ternak saat ini dikirim melalui jalur laut.
“Karena sekarang pakai jalur laut, otomatis berpengaruh terhadap harga hewan kurban, karena menambah biaya pengiriman,” katanya, Selasa (14/6).
Kenaikan harga hewan kurban saat ini tidak tanggung-tanggung. Untuk satu ekor hewan kurban sapi naiknya bisa mencapai Rp2 juta. Sedangkan hewan kurban sapi dengan berat lebih dari 400 kilogram harganya saat ini berkisar Rp30 juta.
Baca juga : Wabah PMK Sebabkan Pengiriman Hewan Kurban ke Kabupaten Bekasi Terlambat
Meski begitu, menurut Nur, kenaikan harga tak terlalu memengaruhi minat masyarakat untuk membeli hewan kurban. Bahkan dia memprediksi penjualan hewan kurban akan meningkat karena stoknya yang terbatas.
“Pengiriman sapi sekarang enggak bisa banyak-banyak sejak ada PMK, apalagi biasanya dari Jawa Timur yang memang pasarnya, tapi sekarang enggak dibolehkan. Jadi stok sapi sedikit, sedangkan permintaannya banyak,” katanya.
Selain stoknya yang terbatas, menurunnya angka kasus harian Covid-19 juga menjadi penyebab meningkatnya minat beli hewan kurban saat ini.
“Pas awal Covid-19 kan enggak boleh kurban. Jadi karena sekarang sudah diperbolehkan, antusiasme masyarakat kembali tinggi. Sekarang saja sudah laku 30 persen,” ucapnya.(kendra)






























