Latu Har Hary: Calon Pemimpin Kota Bekasi Wajib Punya Gagasan dan Solusi Masalah Pendidikan

Infobekasi.co.id – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Latu Har Hary mengatakan, calon pemimpin Kota Bekasi wajib memiliki gagasan dan solusi terkait masalah pendidikan di wilayah setempat.

Demikian disampaikan Latu dalam sebuah diskusi yang digelar di Bekasi Timur. Ia meminta bagi para calon kepala daerah yang tidak memiliki ide dan gagasan terkait persoalan dunia pendidikan dan kesehatan di Kota Bekasi lebih baik mundur.

“Mengapa saya bilang mundur? Karena hanya akan menjadi etalase saja tanpa isi,” ungkap tokoh pemuda yang akrab disapa Bang Jampang tersebut.

“Saya selalu bilang kepada masyarakat juga kepada calon kepala daerah Kota Bekasi yang akan maju di Pilkada 2024, mereka punya strategi apa? Punya grand design apa? Punya ide dan gagasan apa untuk bisa memajukan Kota Bekasi? paling tidak untuk dua parameter utama. Yang pertama, bagaimana meningkatkan kesehatan masyarakat, yang kedua bagaimana memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Bekasi, selebihnya masalah infrastruktur dan lain sebagainya adalah masalah yang kesekian, tapi dua parameter utamanya adalah masalah pendidikan dan kesehatan yang fundamental,” bebernya.

“Jadi kalau nanti pada 2024 calon kepala daerah tidak punya solusi untuk membenahi permasalahan pendidikan dan kesehatan ia menyarankan untuk mundur saja. Percuma tidak ada solusi cuma jadi etalase doang, terpilih iya tapi permasalahan Kota Bekasi akan selalu sama berulang dan berulang,” kata Latu.

Menurutnya, dalam setiap kesempatan ia sering mengatakan kepada masyarakat agar mencari pemimpin yang mempunyai potensi, punya ide dan gagasan cemerlang supaya permasalahan pendidikan dan kesehatan ini bisa selesai di Kota Bekasi sehingga nanti di 2025 tidak ada lagi masalah ketimpangan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang menjadi teriakan masyarakat.

Pihaknya juga mengatakan bahwa sudah 20 persen anggaran APBD digelontorkan untuk pendidikan, harapannya agar mutu dan kualitas pendidikan di kota Bekasi menjadi lebih baik.

Aleg PKS ini juga mengingatkan bahwa anggaran satu koma tujuh triliun rupiah tersebut bukan main-main.

“Kita sudah lebih dari 20 persen. Anggaran APBD di ketok 5,8 triliun dan alokasi untuk Dinas Pendidikan lebih dari 1,7 triliun, itu bukan angka main-main,” tandasnya. (parlemen)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini