Sang Penjagal Hewan dari Bekasi Utara

infobekasi.co.id – Momen hari raya Idul Adha jadi hari kebahagiaan masyarakat umat Islam. Seperti kebiasaan tiap tahun, usai salat Idul Adha, warga kumpul di tengah lapangan atau kebun terbuka, gelar pemotongan hewan kurban.

Hewan yang bakal dipotong, ada jenis kambing dan sapi. Warga dari rumah masing-masing bawa peralatan, ada pisau, kapak dan golok. Yang menarik saat sesi saat pemotongan hewan kurban. Sang Jagal punya peran utama.

Di Bekasi, tidak sembarang orang bisa menjagal hewan, khususnya saat pemotongan kurban pada hari raya Idul Adha. Butuh ilmu dan keberanian dan “ilmu turunan jagal”.

Jika salah, maka tidak sah hewan yang dipotong, bahkan bisa menimbulkan kericuhan lantaran hewan yang dipotong mengamuk, bahkan melukai sang penjagal.

Salah satu penjagal hewan kurban yakni, Bawing alias Nalah Ismail. Pria yang tinggal di Pulo Kedal, Bekasi, mengaku musti belajar dulu kepada orang tuanya dan para sesepuh agar dapat lisensi sebagai penjagal hewan kurban.

“Jangan dianggap enteng motong hewan kurban. Kudu ada ilmunya, ada bacaaanya juga. Ada aturan mainnya. Kalau enggak bisa berabe (bermasalah),” kata Bawing saat berbincang kepada infobekasi.co.id, di Pulo Kendal, Desa Setia Asih, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/06/23) sore.

Kata Bawing, bukan hanya nyali keberanian saja yang dibutuhkan, tapi juga kudu tahu cara menyembelih hewan. Mana kerongkongan, mana urat nadi yang bakal diputus. Sebab, jika salah, hewan bisa tersiksa, apalagi goloknya tumpul.

“Menyembelih hewan itu musti siap mental, golok yang layak dan tajam, musti tahu bacaannya sesuai syareat Islam, biar sah. Jadi jangan anggap remeh penjagal hewan,” bebernya.

Ia mengaku, keahlian menyembelih hewan memang sudah turun menurun, dari kakek ke orang tua dan menurun ke dirinya. Dasar ilmu agama memang wajib, sebab di situ diajarkan cara menyembelih dengan baik dan benar.

“Apalagi motong sapi yang tenaganya besar. Kuncinya kudu tenang, jangan gerogi, yakin. Kan, ada orang saat motong hewan gerogi, hewan berontak kabur, bahkan ada yang terjugkal diseruduk sapi. Niat motong hewan jadi masuk rumah sakit,” tutur pria asli Betawi Bekasi Utara tersebut.

Mulai langkanya spesialis penjagal hewan, Ia mengaku, sering dapat panggilan menyembelih hewan kurban kambing dan sapi ke berbagai kampung di Bekasi. Apalagi saat hari raya kurban Idul Adha seperti sekarang ini.

“Ya, alhamdulillah dikasih ilmu cara menyembelih hewan. Kita amalin, jalanin, jadi berkah dipanggil motong hewan ke mana-mana,” ucap Bawing.

Di Bekasi yang serius berprofesi penjagal hewan mulai langka. Dulu, tiap kampung Bekasi pasti ada orang yang memang dipercaya sebagai penyembelih hewan.

Mereka biasanya punya basic ilmu agama, minimal doa-doanya, biar sah sesuai syariat islam. Dan juga persiapan mental atau keberanian juga wajib dimiliki sang penjagal hewan kurban.

(Dede Rosyadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini