Tentang Kyai Haji Noer Ali dan Puisi

infobekasi.co.id – Sosok ulama kharismatik bernama Kyai Haji Noer Ali lahir di Ujung Malang (kini Ujung Harapan). Semenjak kecil Ia belajar ilmu agama dari satu guru ke guru lainnya. Dari satu kampung ke kampung lain.

Menghabiskan masa remajanya di Makkah dan berguru pada ‘alim ulama di sana. Sekembali dari belajar di sana, Ia pulang ke kampung halaman, berjuang dan mendidik santri serta masyarakat sekitar.

Kyai Noer Ali bukan hanya pahlawan mengusir penjajah. Tapi juga pahlawan untuk tatanan sosial, ekonomi, politik, agama, pendidikan, dan lainnya.

Ia menanamkan dasar-dasar adab dan etika bermasyarakat, mengajarkan tatanan cerdas yang menjadi rujukan generasi selanjutnya.

Memberikan pemahaman orang tua untuk lebih peduli tentang pendidikan kepada anaknya, agar generasi berikutnya tidak lagi terkungkung kebodohan.

Dedikasi memajukan ummat. Dari mulai membuka akses jalan, menanamkan akidah dan sampai memupuk jiwa para jawara, yang awalnya mengandalkan kekuatan bela diri, menjadi pendekar yang jiwanya mempunyai keimanan.

Duhai Kyai,
Begitu dalam, kenangan, pada setiap jejak yang kau tinggalkan.
Begitu mulia, pengorbanan, pada penggalan kisah yang kau torehkan.
Begitu bermakna, kehadiran, pada setiap keikhlasan yang kau taburkan.

Duhai Kyai,
Di sini kami mengenangmu dalam haru, dalam tangis, dalam hati gemuruh, dan dalam dada yang membara karena rasa bangga.

Begitu rindu, kami kepadamu, Kyai.
Engkau pemilik hati yang bersih.
Sosokmu penyayang dan amat rendah hati.
Namun engkau teguh memiliki tekad seperti baja dan besi.
Engkau lembut, namun memiliki ketegasan yang mencengangkan seisi langit dan bumi.

Kini hanya lewat zikir dan doa, kami mengenangmu.
Kami sungguh merindu hadirmu.
Kami rindu petuah bijakmu, rindu senyum teduhmu, rindu dengan segala apa yang ada padamu.

Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 78.

Koresponden: Dian Rahmani Hidayati

Editor : D.Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini