Mengintip Pembuatan Kue Dodol di Jalan Kartini Turun Temurun Sejak Era Reformasi

Infobekasi.co.id – Masyarakat Bekasi sudah tidak asing lagi dengan Dodol Betawi. Di hari raya lebaran idul fitri, Dodol Betawi menjadi kue hantaran untuk lebaran orang-orang Betawi.

Tekstur kenyal aroma yang khas menciptakan rasa gurih dan manis dapat dinikmati berbagai macam kalangan.

Namun eksistensi kue Dodol Betawi kini mulai tersaingi dengan beragam macam kuliner modern di kalangan masyarakat.

Namun demikian, pelopor pembuatan kue Dodol Betawi ini masih dilalukan oleh Aisyah warga di Gang Mawar, Jalan Kartini, Bekasi Timur.

“Alhamdulillah kita masih jalan pembuatan dodol, sudah turun temurun sejak 1998,” ucap Aisyah kepada wartawan, Rabu 3 April 2024.

Pembuatan dodol Betawi membutuhkan waktu proses yang lama. Alat alat dan bahan yang dibutuhkan juga masi alami.

Bahan yang dicampur ialah beras ketan, gula merah, daun pandan, gula pasir hingga santan. Adonan dimasak diatas tunku dengan kuali besar.

“Butuh 8 atau 9 jam, di satu kuali itu butuh dua orang untuk mengaduk adonan dodol secara bersamaan secara terus menerus, kalau tidak ya gosong,” jelasnya.

Sebagai tradisi di Bekasi saat lebaran, kue dodol Betawi menjadi sajian penting dan jadi menu andalan.

“Memang dodol Betawi ini sangat kental di momen sakral, seperti acara pernikahan maupun keluarga,” terang Aisyah.

Untuk ukuran 1 kilogram dijual 85 K. Ukuran 2 kilogram dalam wadah mika plastik dijual125 K. lalu ada satuan dodol dibungkus plastik dijual 35 K.

Reporter: Yayan

Editor: Dede Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini