Game Ding Dong, Mesin Arcade Surga Anak Sekolah Era 90-an

Infobekasi.co.id – Sebelum mobile game dan PlayStation merajai dunia hiburan digital, anak-anak era 1980 hingga 1990-an punya satu tempat favorit sepulang sekolah, yakni game ding dong.

Deretan mesin arcade berjajar rapi, suara tembakan digital berpadu dengan musik 8-bit, dan antrian anak-anak berseragam merah-putih menanti giliran bermain sambil menggenggam koin seratusan rupiah.

Istilah ding dong di Indonesia merujuk pada mesin game arcade yang banyak ditemukan di pusat perbelanjaan, rental PS, atau bahkan warung-warung besar yang punya satu atau dua mesin.

Nama ini kemungkinan besar berasal dari suara khas mesin saat dinyalakan atau saat pemain menang  berbunyi ding-dong. Meskipun secara global permainan ini dikenal sebagai arcade games.

“Dulu main ding dong itu kayak impian. Beli jajan 500 rupiah, sisain 200 rupiah buat satu kali main Street Fighter,” ujar Ami Yudi, warga Bekasi saat mengenang masa sekolah main ding dong di era 90-an.

Beberapa judul game yang paling populer saat itu antara lain, Street Fighter, Metal Slug, King of Fighters, Cadillacs and Dinosaurs, Time Crisis danTekken 3 (generasi akhir 90-an).

Game ding dong bukan hanya soal bermain, tapi juga soal adu strategi, kompetisi seru antar teman, hingga menyaksikan jagoan lokal di satu mesin yang tak terkalahkan.

Tempat ding dong dulu menjadi magnet yang luar biasa bagi anak-anak, meskipun tak jarang dianggap negatif oleh orang tua karena bikin lupa waktu dan uang jajan cepat habis.

“Kadang kita pura-pura ikut les, padahal mampir main ding dong. Kalau ketahuan orang tua, bisa dimarahin,” ucap Maridi, mantan penggemar game ding dong.

Kini, game ding dong tak lagi mudah ditemukan, bahkan terbilang sudah tergerus zaman. Beberapa pusat hiburan keluarga masih menyediakannya, namun lebih modern dan menggunakan kartu. Sementara itu, pecinta retro game dan kolektor mulai berburu mesin ding dong klasik untuk dirawat dan dimainkan kembali di rumah.

Game Ding Dong Era 90-an, Setiap mesin umumnya menggunakan koin logam dimasukkan ke slot khusus. Beberapa anak lihai menyelipkan kertas lipat agar bisa main gratis (trik yang populer waktu itu). Komunitas retro gamer kini mulai menghidupkan kembali permainan ini melalui emulator dan koleksi pribadi.

Game ding dong adalah warisan budaya pop era 90-an yang tak hanya memberi hiburan, tapi juga menyatukan anak-anak dari berbagai latar belakang. Di balik layar kaca berdebu dan tombol yang longgar, tersimpan sejuta kenangan indah membentuk masa kecil generasi milenial.

Deros / infobekasi

#GamesArcade #Infobekasi #DingDong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini