infobekasi.co.id – Jalan Makrik, terletak di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, merupakan salah satu jalur vital yang mengalami perkembangan signifikan seiring urbanisasi kawasan Rawalumbu.
Dikutip dari berbagai sumber, Jalan Makrik dahulu berada di wilayah rawa-rawa dan masih sedikit dihuni penduduk, kini Jalan Makrik menjadi penghubung utama antara kawasan perumahan, layanan publik, dan fasilitas ekonomi masyarakat setempat.
Jalan Makrik adalah contoh nyata transformasi kawasan pinggiran rawa menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial. Sebagai bagian penting dari struktur transportasi lokal Rawalumbu, jalan ini berperan besar dalam mendukung pertumbuhan Kota Bekasi, khususnya di sektor permukiman dan perdagangan.
Konon, nama Rawalumbu berasal dari kata rawa dan lumbu, yang dalam cerita rakyat Bekasi dikaitkan dengan kisah seorang penggembala yang menghilang secara misterius di tengah rawa. Data ini masih perlu ditelusur.
Kawasan Rawalumbu, dari infomormasi yang didapat infobekasi, dulunya adalah daerah perairan yang sulit dijangkau dan minim permukiman. Namun, sejak tahun 1980-an, wilayah Rawalumbu mulai berkembang pesat seiring pembangunan infrastruktur seperti Tol Jakarta -Cikampek.
Transformasi besar terjadi pada 1990-an ketika sejumlah developer membangun perumahan besar seperti, Taman Narogong Indah, Pondok Hijau Permai, Bumi Bekasi Baru, Perumahan Bojong Rawalumbu.
Perkembangan inilah yang menjadikan Jalan Makrik sebuah jalan lingkungan di tengah kawasan Bojong Rawalumbu makin penting dari waktu ke waktu.
Jalan Makrik Saat Ini kini menjadi jalur alternatif menuju Narogong Raya. Akses menuju fasilitas umum seperti RS Rawalumbu, PDAM Tirta Bhagasasi, dan berbagai sekolah dan pusat layanan.
Titik aktivitas usaha kecil dan menengah, termasuk toko kelontong, warung makan, dan jasa perbengkelan. Rawalumbu juga dikenal sebagai salah satu pusat jajanan yang ada di Bekasi, sepanjang jalan kerap ditemui tukang jajanan.
Jalan ini juga berada dekat dengan beberapa jembatan penghubung seperti, Jembatan Enam, menghubungkan wilayah Bojong Rawalumbu dengan Pangkalan Lima dan RS Rawalumbu, Jembatan Tujuh, akses ke arah Narogong dan Perumahan Dukuh Zamrud.
Menurut warga setempat, Jalan Makrik dulu hanyalah jalan sempit berbatu yang hanya bisa dilewati sepeda motor dan gerobak. Namun kini, jalan tersebut ramai dengan aktivitas, terutama pagi dan sore hari karena aktivitas sekolah dan warga yang berangkat atau pulang kerja.
“Dulu mah sepi, gelap. Sekarang makin rame, udah banyak penduduk. Jalan juga sudah diaspal. Tapi kalau hujan masih rawan becek,” tutur Salim (53) , seorang pedagang yang sudah bertahun-tahun menetap di sekitar Rawalumbu.
Meski fungsinya semakin penting, Jalan Makrik menghadapi tantangan seperti, kurangnya penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik. Drainase yang perlu diperbaiki untuk menghindari genangan saat musim hujan. Lalu lintas padat saat jam sibuk karena jalan digunakan sebagai jalur alternatif.
Warga berharap Pemkot Bekasi lebih memperhatikan pemeliharaan dan pelebaran jalan agar Jalan Makrik dapat mendukung mobilitas warga Rawalumbu secara optimal.
Deros / infobekasi
#Rawalumbu #JalanMakrik #Bekasi








































