infobekasi.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, penjualan hewan kurban di berbagai daerah di Indonesia mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Penurunan Penjualan di Berbagai Daerah
Di Baubau, Sulawesi Tenggara, pedagang melaporkan penurunan penjualan hingga 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi serupa terjadi di Surabaya, Jawa Timur, di mana pedagang mengeluhkan penurunan daya beli hingga 80 persen, meskipun telah memberikan diskon harga. Di Bandung, Jawa Barat, seorang pedagang bernama Rian menyatakan bahwa dari 50 ekor kambing yang disediakan, masih tersisa sekitar 16 ekor hingga sehari sebelum lebaran kurban, padahal tahun lalu ia mampu menjual hingga 69 ekor.
Dampak Ekonomi Nasional
Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) mencatat bahwa nilai ekonomi kurban tahun ini anjlok menjadi Rp 27,1 triliun, lebih rendah dibandingkan saat pandemi COVID-19. Jumlah pekurban juga menurun dari 2,16 juta pada tahun 2024 menjadi sekitar 1,92 juta pada tahun 2025.
Ketersediaan Hewan Kurban
Meskipun penjualan menurun, Kementerian Pertanian memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban mencukupi. Pada tahun 2024, potensi ketersediaan hewan kurban mencapai 2,06 juta ekor, melebihi proyeksi kebutuhan sebesar 1,97 juta ekor, sehingga terdapat surplus sebanyak 88 ribu ekor.
Penurunan penjualan hewan kurban tahun ini mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Meskipun ketersediaan hewan kurban mencukupi, daya beli masyarakat yang menurun menjadi tantangan tersendiri.
Di perlukan upaya bersama dari pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan pelaksanaan ibadah kurban dapat berjalan dengan baik.
Dede Rosyadi
#JualBeliHewanKurban #Infobekasi #DayaBeli #HewanKurban #Idul Adha
*Data: Dikutip dari berbagai sumber








































